Kompas.com - 27/09/2022, 07:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah meresmikan Pasa Ateh atau Pasar Atas di Bukittinggi, Sumatera Barat.

Pasa Ateh sempat mengalami rekonstruksi pada bulan Agustus 2018 hingga Desember 2019 akibat kebakaran yang melanda pada Oktober 2017.

Dilansir dari unggahan Twitter resmi Kementerian PUPR, Senin (26/9/2022), kebakaran tersebut menyebabkan hilangnya lebih dari 1.000 kios pedagang.

Rekonstruksi destinasi wisata belanja di Bukittinggi ini menghabiskan anggaran mencapai Rp 292 miliar.

Pasa Ateh disebut sebagai destinasi wisata belanja karena merupakan salah satu pusat perdagangan terbesar di Sumatera Barat.

Baca juga: Jakarta Punya Empat Pasar Tradisional Baru, Cek di Sini

Selain itu, pasar yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat ini juga terletak berhadapan langsung dengan obyek wisata Jam Gadang.

Pasa Ateh direkonstruksi dengan konsep green building yang ramah lingkungan. Salah satunya bisa dilihat dari sirkulasi udara gedung yang baik, sehingga tidak memerlukan pendingan ruangan tambahan.

Konsep bangunan tersebut bisa membuat operasional Pasa Ateh menjadi lebih hemat energi dan biaya.

Atap pasar didesain dengan material tembus cahaya. Guna mengurangi penggunaan energi, pasar ini juga dilengkapi dengan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Bahkan, pemilihan material bangunan, pembuangan limbah konstruksi, hingga penerapan manajemen kesehatan dan keselamatan kerja diperhatikan agar ramah lingkungan.

Baca juga: Mengenal Pasar Pon, Ikon Kabupaten Trenggalek Bergaya Arsitektur Eropa

Bangunan pasar didirikan di atas lahan seluas 39.729 meter persegi, terdiri dari empat lantai dan satu basement yang cukup untuk 202 mobil dan 20 parkir sepeda.

Total jumlah kios di pasar ini sejumlah 835 unit, dengan rincian sejumlah 257 kios di lantai dasar, 287 kios di lantai satu, 276 kios di lantai dua, dan 24 kios di lantai tiga, serta area food court.

Fasilitas lain di pasar ini antara lain ruang terbuka hjau, toilet umum dan toilet difabel, ruang laktasi, mushala, eskalator, serta elevator.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.