Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sabet Penghargaan Bergengsi Aga Khan Award 2022, Ini Daya Tarik Bandara Internasional Banyuwangi

Kompas.com - 23/09/2022, 19:30 WIB
Monica Noviola,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Mewakili Indonesia, Bandara Internasional Banyuwangi, Blimbingsari, Jawa Timur, memenangkan penghargaan internasional bergengsi The Aga Khan Award for Architecture (AKAA) 2022.

AKAA diselenggarakan untuk mendorong proyek arsitektur yang mengakomodasi aspirasi masyarakat, melestarikan tengara (landmark), dan kota bersejarah.

Arsitektur terbaik dapat mencerminkan aspirasi komunitas, dan membawa identitas serta memori budaya dengan inovasi dan teknologi baru.

Tidak heran, Bandara Internasional Banyuwangi mendapatkan penghargaan. Konsepnya unik, menghindari gaya internasional standar dari sebagian besar bandara di dunia.

Baca juga: Bandara Internasional Banyuwangi Sabet Penghargaan Aga Khan Award 2022

Bandara Internasional Banyuwangi justru merangkul pendekatan desain yang sadar konteks.

Berangkat dari rasa kekhawatiran akan keberlanjutan, jumlah populasi yang kian meningkat, adaptasi iklim, serta kualitas hidup, bandara ini membawa standar keunggulan baru dalam arsitektur, praktik perencanaan, pelestarian sejarah, dan arsitektur lansekap.

Tidak kalah dengan arsitek dari berbagai belahan dunia lainnya, Andra Martin yang dijuluki sebagai arsitek hijau menarik perhatian dengan desain bernuansa tradisional, yaitu bentuk ikat kepala Suku Osing yang merupakan masyarakat asli Banyuwangi.

Dengan menggunakan skema pembangunan yang bersandar pada sumber daya lokal dan teknologi tepat guna, bandara ini dibangun dengan cara yang inovatif dan dapat menginspirasi bandara-bandara lainnya.

Bandara ini telah melayani lebih dari 1.100 penumpang setiap hari, melalui interpretasi kontemporer berskala besar dari prinsip-prinsip desain pasif vernakular.


Berdasarkan kondisi negara Indonesia yang memiliki iklim panas, infrastruktur konektivitas ini menciptakan bukaan dan overhang yang dapat mengoptimalkan pengendalian suhu melalui ventilasi alami.

Selain itu, pengaturan berkelanjutan dari lanskap ke ruang interior membantu aliran udara, dengan pepohonan rindang nan subur, menjadikan bangunannya bernuansa alam.

Atap bandara mencakup dua bagian untuk membedakan aula keberangkatan dan kedatangan, yang terinspirasi oleh bentuk tradisional.

Dalam pemilihan material, Andara menekankan nilai-nilai lokal, fungsionalitas, dan pemeliharaan berbiaya rendah, namun tetap memiliki nilai modern dan efisien dalam segala aspek.

Bentuk pintu masuk dan jendela terluar dari kayu ulin yang melengkung memberikan kekosongan termal, dan dilapisi rumput untuk menutupi isolasi lebih lanjut.

Hal ini menjadikan Bandara Internasional Banyuwangi memiliki nilai identitas dan memori budaya negara Indonesia dan teknologi tepat guna yang inovatif.

Para juri sepakat, bandara ini adalah terobosan baru di antara berbagai arsitektur bandara lainnya. Hal ini  mengingat pemerintah Indonesia akan membangun 300 bandara dalam waktu dekat. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com