Kompas.com - 21/09/2022, 09:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Silvia Halim membenarkan adanya pembengkakan biaya atas pembangunan proyek MRT Fase 2.

Awalnya, estimasi pembangunan proyek transportasi ini memakan anggaran sebesar Rp 22,6 triliun. Namun, kini menjadi Rp 25,3 triliun.

"Pertama adalah iya (benar) biaya pembangunan MRT Fase 2 itu terjadi peningkatan, dari estimasi awalnya di Rp 22,6 triliun. Sekarang menjadi Rp 25,3 triliun," jelas Silvia dalam Forum Jurnalis MRT Jakarta, Selasa (20/9/2022).

Silvia menjelaskan, besaran dana tersebut masih masuk ke dalam tahap perencanaan dan jalurnya masih direncanakan dari Stasiun Bundaran HI-Kampung Bandan.

Sementara itu, biaya sebesar Rp 25,3 triliun merupakan estimasi membangun proyek MRT terbaru hingga tahun 2029.

"Dimana di dalamnya kita sudah mengantisipasi kelanjutan (Stasiun) Ancol. Jadi, deponya sudah dipindah dan kontrak CP201, CP202, CP203 sudah berkontrak yang paket ini," ujar Silvia.

Baca juga: Biaya Bangun MRT Fase 2 Membengkak Jadi Rp 25,3 Triliun, Kenapa?

Lain dari hal itu, ada beberapa faktor yang membuat biaya proyek ini membengkak seperti terdapat kenaikan harga rata-rata raw material lebih dari 50 persen sejak tahun 2018.

Hal ini terjadi lantaran krisis rantai pasok dan permintaan tinggi terkait pemulihan Pasca-pandemi Covid-19.

"Jadi, sejak tahun 2018 memang ada supply chain problem (masalah rantai pasok) yang kita ketahui bersama yang over the years (selama bertahun-tahun) puncaknya di tahun-tahun ini," tambah Silvia,

Lalu, kelangkaan material semiconductor (semikonduktor), inflasi akibat perang Rusia-Ukraina, kenaikan harga minyak dan energi dunia, serta jumlah statsiun yang lebih banyak untuk jalur Kota-Ancol Barat.

"Kita sangat tinggi teknologi, bisa dibilang sistem persinyalan, telekomunikasi, otomisasi, dan semuanya membutuhkan chip. Begitu, ada masalah semiconductor kita have a direct impact (terkena dampak langsung). Jadi, membuat chipnya lebih lama, karena rebutan mendapatkan produk dan material tersebut," pungkas Silvia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.