Kompas.com - 09/08/2022, 07:17 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan yang menyidangkan perkara Nomor 1548/Pid.B/2022/PN-Mdn pada 4 Agustus 2022, menjadi penentu nasib kapal MV Mathu Bhum V.298. Vonis hakim mengizinkan kapal berlayar kembali.

Saat ini, kapal bersandar di pelabuhan milik PT Prima Terminal Petikemas untuk menurunkan kontainer yang gagal ekspor karena isinya rusak atau putus kontrak oleh buyer.

Barang yang masih layak dimuat kembali untuk dilanjutkan berlayar. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut Haposan Siallagan meninjau langsung proses bongkar-muat pada Minggu.

"Rencananya, kapal berlayar menuju Port Klang, Malaysia. Terima kasih kepada kepala staf presiden, stakeholder terkait dan semua pihak yang membantu percepatan masalah hukum MV Mathu Bhum sehingga barang-barang ekportir yang sebelumnya tertahan dan terkatung-katung di tengah laut, masih bisa dikirim dan barang yang rusak diturunkan," kata Haposan lewat pesan singkatnya kepada Kompas.com, Senin (8/8/2022).

Baca juga: Serius Benahi Belawan, Bobby Nasution Survei Rumah Apung ke Kota Tanjungpinang

Katanya, kerugian dari 93 hari penahanan cukup besar. Para eksportir khususnya pelaku UMKM, perusahaan pelayaran, petani, nelayan mengalami kerugian. Pendapatan devisa negara dan perekonomian Sumut pasca Covid-19 pun terdampak.

Kerugian paling besar adalah kepercayaan dunia internasional kepada Indonesia. Barang-barang komoditi ekspor yang sudah dipesan, bahkan sudah dibayar buyer di luar negeri, barangnya tidak sampai karena kapal pengangkut tertahan.

Menurut dia, citra dunia usaha kita ternodai akibat penahanan, kasus MV Mathu Bhum harus jadi pelajaran berharga bagi dunia usaha. Ambil hikmahnya, jangan sampai terulang lagi.

Pelaku usaha berharap pemangku kebijakan di wilayah otoritas Pelabuhan Belawan berkoordinasi dengan baik dan profesional supaya tercipta iklim dunia usaha yang baik, apalagi Pelabuhan Belawan ujung tombak pintu perekonomian Sumut.

"Malam ini berlayar dari Pelabuhan Belawan menuju Malaysia, mengangkut 191 kontainer berisi berbagai komoditi yang sempat tertahan selama 93 hari. Semoga barang ekspor asal Sumut sampai dengan selamat ke tujuan," ucap Haposan yang didampingi Wakil Ketua Apindo Sumut Ng Pin-pin, sekretaris Apindo Sumut Endy Kartono, Wakil Ketua Bahari, Sekretaris Eksekutif Bambang Suhermanto dan Edy Irwansyah dari DPP Apindo Sumut).

Rugikan nelayan dan petani

Sebelumnya, anggota DPRD Sumut Fraksi PDIP Sugianto Makmur meminta Lantamal 1 Belawan melepaskan Kapal MV Mathu Bhum yang memuat dagangan petani dan nelayan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.