Kompas.com - 05/08/2022, 10:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian PUPR menargetkan pembangunan 50.000 unit rumah yang menerapkan prinsip green building atau Bangunan Gedung Hijau (BGH).

Proyek percontohan itu merupakan bentuk komitmen mengurangi emisi karbon sebagai upaya penanggulangan perubahan iklim.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Herry Trisaputra Zuna saat memberikan sambutan Pelatihan Excellence in Design for Greater Efficiencies (EDGE) Expert, Kamis (04/08/2022).

Menurut dia, untuk memenuhi target sektor perumahan RPJMN 2020-2024, saat ini Kementerian PUPR bersama pihak terkait sedang menyiapkan konsep Indonesia Green and Affordable Housing Program (IGAHP).

"Sebagai wujud nyata untuk mendukung pemenuhan dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) terbaru," ujar Herry dikutip dari laman resmi Kementerian PUPR, Jumat (05/08/2022).

Baca juga: Mulai Dilelang, Rumah Menteri di IKN Senilai Rp 509 Miliar

Dari target pembangunan 50.000 unit, sebanyak 10.000 unit rumah akan mendapat dukungan hibah untuk sertifikasi dari International Finance Corporation (IFC)-EDGE.

Sampai dengan saat ini, proyek percontohan IGAHP akan dilaksanakan di Sumatera Selatan, perumahan pengembang di Purwakarta dan Makassar.

Serta, perumahan Perum Perumnas di DKI Jakarta, Depok, Kabupaten Bogor, Bandung, Tangerang Selatan, dan Purwakarta.

Herry berharap dengan pelatihan ini dapat mewujudkan peningkatan pembangunan dan/atau pengelolaan bangunan yang menerapkan konsep ramah lingkungan.

Di mana akan berdampak terhadap perubahan iklim serta dapat meningkatkan kapasitas SDM untuk mendukung program IGAHP.

Terkait upaya mendorong pelaksanaan pembangunan perumahan yang berwawasan lingkungan, Kementerian PUPR telah menyusun peraturan penerapan BGH.

Sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Pemerintah 16/2021 tentang Bangunan Gedung dan Permen PUPR 21/2021 tentang Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.