Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

20 Persen Masyarakat Indonesia Lebih Pilih Berbelanja Online Daripada ke Mal

Kompas.com - 23/07/2022, 19:30 WIB
Masya Famely Ruhulessin

Penulis

JAKARTA,KOMPAS.com - Pembatasan aktivitas masyarakat seiring meredanya pandemi Covid-19 mulai dilonggarkan oleh pemerintah. Hal ini turut membuat tingkat kunjungan masyarakat ke mal atau pusat perbelanjaan semakin pulih.

Meskipun demikian, para pengelola pusat perbelanjaan masih menghadapi tantangan untuk merangsang minat masyarakat untuk kembali mendatangi mal.

Apalagi berdasarkan catatan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), 20 persen masyarakat Indonesia masih memilih melakukan aktivitas belanja secara online.

Baca juga: AEON Mall Tanjung Barat Resmi Dibuka, Bakal Jadi Mal Zero Sampah

“Pandemi membuat sebagian masyarakat berbelanja secara online di marketplace. APPBI memperkirakan 20 persen masyarakat Indonesia tetap memilih berbelanja online meski banyak mal yang kapasitasnya telah dibuka 100 persen,” ujar Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjadja, dalam acara Parking Exhibition yang digelar PT Centrepark Citra Corpora (Centre Park) di Kuningan City, Jakarta Selatan, Kamis (21/7/2022). 

Dikatakan, sebanyak 20 persen masyarakat yang tidak akan kembali tersebut memang menganggap mal dan pusat belanja sekadar tempat membeli barang.

Padahal, menurut Alphonzus mal sebetulnya bukan hanya tempat berbelanja saja namun juga berfungsi sebagai tempat mencari hiburan, rekreasi, dan sebagainya.

“Karena itulah, tugas pengelola mal saat ini untuk berinovasi meningkatkan experience dan journey pengunjung,” terangnya.

Keberadaan unsur journey inilah, yang akan menjadi kekuatan mall dika dibandingkan marketplace online.

“Di mall itu pengunjung melakukan shopping, bukan sekadar buying things. Aktivitas shopping itu harus dirancang agar memberikan pengalaman yang menyenangkan,” tegasnya.

Baca juga: Ternyata, Eskalator Mall Sarinah Merupakan yang Pertama di Indonesia

Journey yang menyenangkan itu harus dimulai dari saat pengunjung masuk sampai meninggalkan area parkir mal.

Sayangnya, kata Alphonzus, seringkali area parkir jadi sumber munculnya ketidaknyamanan pengunjung akibat ketidakpraktisan transaksi parkir, kesulitan mencari area parkir sampai antrian kendaraan yang panjang saat masuk dan keluar area parkir.

Karena itulah, inovasi sistem perparkiran juga harus tetap berpegang pada tiga prinsip utama yaitu kemudahan, kecepatan, dan keamanan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com