Kompas.com - 14/07/2022, 09:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mendata jumlah kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Data ini diperlukan agar pembangunan rumah dapat berjalan dengan baik serta mendukung penyusunan grand design (rancangan besar) pembiayaan perumahan di Indonesia.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengungkapkan apresiasinya kepada BTN atas disusunnya rancangan besar tersebut.

"Salah satu hal yang diperlukan saat ini adalah pendataan mengenai jumlah kelompok MBR di sektor informal yang menjadi target program perumahan pemerintah," tegas Iwan dikutip dari rilis, Rabu (13/7/2022).

Iwan menerangkan, adanya kajian serta penyusunan grand design perumahan di Indonesia khususnya bagi MBR sektor informal sangat diperlukan.

Pasalnya, MBR menjadi salah satu target utama pemerintah dalam melaksanakan Program Sejuta Rumah (PSR).

Baca juga: Pengembang Rumah Subsidi Tolak Merger BTN Syariah dan BSI

Sehingga, bisa mengurangi kekurangan kebutuhan (backlog) perumahan di Indonesia.

Bahkan, kata dia, data desil MBR dan target grup masyarakat juga bisa dijadikan dasar program Pengentasan Kemiskinan Ektrem (PKE).

"Jadi, ada ekosistem perumahan serta strategi khusus untuk mencapai pengurangan backlog perumahan,” ucap Iwan.

Sementara itu, Kepala Divisi Subsidized Mortgage Lending Division (SMD) BTN Mochamad Yut Penta menyatakan, kebutuhan rumah MBR informal ke depan masih sangat diperlukan dan memerlukan peran dari pemerintah dan perbankan.

Selain itu, pihaknya juga siap berkoordinasi dengan Badan Pengelola Tabungan Perumahan (BP Tapera) untuk mengatasi pembiayaan perumahan MBR.

Yut mengungkapkan, BTN memiliki produk yang dapat ditawarkan kepada segmen MBR informal, baik rumah tapak maupun rumah susun (rusun).

"Kami juga siap memfasilitasi pembiayaan rumah tapak dan rusun. Jadi, MBR informal bisa memiliki rumah layak huni,” tukas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.