Minim Dana, Swasta Harus Diajak Bangun Sektor Perkeretaapian Indonesia

Kompas.com - 07/07/2022, 18:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dirjen Perkeretaapian Zulfikri mengatakan keterlibatan pihak swasta dalam pembangunan jaringan perkeretaapian bisa menjadi solusi bagi kekurangan dana dari negara. 

Hal tersebut ia sampaikan menanggapi semakin berkurangnya alokasi APBN untuk Direktorat Jendral (Ditjen) Perkeretaapian dari tahun ke tahun. 

“Bila ada keterbatasan ruang keuangan negara dan APBN dalam upaya pembangunan perekertaapian maka diperlukan peran aktif pihak swasta,” ungkap Zulfikri dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama dengan Komisi V DPR RI, Rabu (6/7/2022) di Jakarta.

Baca juga: Mengenal Beberapa Jenis Bantalan Rel Kereta Api, Ini Daftarnya

Selain melibatkan swasta, Zulfikri juga mengusulkan adanya peran aktif dari BUMN dan pemerintah daerah (pemda) untuk menghadirkan skema pembiayaan alternatif.

“Selain pengoptimalan skema kerja sama dengan swasta sebagai pembiayaan alternatif, pemanfaatan aset BUMN serta optimalisasi layanan perizinan yang cepat dan mudah juga bisa dilakukan,” tegasnya.

Ia mencontohkan, dalam pembangunan jalur kereta api Makassar-Parepare serta pembangunan jalur kereta api di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, akan bertumpu pada pembiayaan berbasis KPBU.

Zulfikri mengakui selama ini, proyek pembangunan jalur perkeretapian di Indonesia masih bergantung sepenuhnya kepada APBN.

Padahal dalam empat tahun terakhir, alokasi APBN untuk Ditjen Perkeretaapian terus mengalami penurunan.

“Besar APBN yang diterima oleh Direktorat Jendral (Ditjen) Perkeretaapian terus alami penurunan dari semula tahun 2019 sebesar Rp 17 triliun menjadi sebesar Rp 6,9 triliun pada tahun 2022 atau turun sebesar 60 persen,” tambah Zulfikri.

Pada tahun 2020, besar alokasi APBN yang diterima sebesar Rp 10,94 triliun. Sementara di tahun 2021, jumlah APBN yang diberikan lebih kecil yakni senilai Rp 8,89 triliun.

Baca juga: IKN Bakal Miliki Jaringan Jalur Kereta Api, Berikut Rencananya

Selain APBN, Zulfikri menambahkan sumber anggaran dari rupiah murni dan Surat Berharga Sukuk Negara (SBSN) pada tahun 2022, juga turun hingga 60 persen bila dibandingkan dengan kondisi tahun 2019.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.