Pengendalian Lumpur Sidoarjo Jadi Target Utama Ditjen SDA Tahun 2023

Kompas.com - 05/07/2022, 14:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) memperoleh pagu indikatif tahun anggaran (TA) 2023 sebesar Rp 35,89 triliun.

Direktur Jenderal (Dirjen) SDA Jarot Widyoko menyampaikan, pihaknya menyusun sejumlah target pembangunan utama pada tahun 2023.

Salah satunya adalah pengendalian Lumpur Sidoarjo atau Lumpur Lapindo dengan total anggaran Rp 270 miliar.

"Kami melaksanakan pengalihan lumpur ke Kali Porong sebesar 22 juta meter kubik," jelas Jarot dalam Rapat Komisi V DPR RI, Senin (5/7/2022).

Selain itu, Ditjen SDA juga akan melakukan penguatan tanggul penahan lumpur sepanjang 400 meter.

Baca juga: Pagu Indikatif Ditjen SDA TA 2023 Rp 35,89 Triliun, Buat Apa Saja?

Kedua adalah pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi senilai Rp 5,62 triliun dengan total lahan seluas 105.600 hektar.

"Dengan pagu indikatif tersebut maka target utama TA 2023 adalah pembangunan irigasi seluas 6.900 hektar," tambahnya.

Jaringan irigasi yang dibangun, antara lain daerah irigasi (DI) Komering di Sumsel, DI Slinga di Jateng, DI Baliase dan DI Gilireng di Sulsel, DI Bintang Bano dan DI Beringin Sila di NTB.

Sedangkan untuk rehabilitasi jaringan irigasi seluas 98.700 hektar, meliputi DI Rentang dan DI Manganti di Jabar, DI Logung dan DI Glapan Barat di Jateng, DI Mrican di Jatim, DI Karangtalun di DIY, DI Saddang dan DI Tabo-tabo di Sulsel dan DI Wawotobi di Sultra.

Ketiga adalah program pengendalian banjir, pengaman pantai dan pengendali lahan dan sedimen senilai Rp 5,88 triliun.

Baca juga: 4 Tugas Tambahan Ditjen SDA dari Jokowi, Apa Saja?

Untuk pengendali banjir akan dibangun sepanjang 41 kilometer, pengaman pantai sepanjang 25 kilometer dan pengendali sedimen atau lahar gunung berapi sebanyak 4 unit.

Keempat adalah pembangunan bendungan senilai Rp 9,32 triliun. Sebanyak 24 bendungan merupakan proyek lanjutan dan 3 bendungan lain ditargetkan selesai, yakni Bendungan Cipanas, Bendungan Karian dan Bendungan Sepaku Semoi.

Kelima adalah pembangunan prasarana air baku senilai Rp 1,65 triliun dengan kapasitas 2,5 meter kubik per detik dan penyediaan 3 unit embung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.