Kompas.com - 01/07/2022, 20:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) telah mulai dijalankan pemerintah tahun ini.

Banyaknya proyek pembangunan yang harus dikerjakan dan menelan dana yang tidak sedikit.

Karena itu, selain memangkas sejumlah kegiatan di Kementerian/Lembaga, pemerintah juga membuka peluang untuk masuknya investor.

Selain kedua opsi diatas, Komisioner Badan Wakaf Indonesia (BWI) Hendri Tandjung mengatakan, pemerintah juga bisa memanfaatkan dana wakaf untuk pembangunan IKN.

Baca juga: Presiden Putin Ingin Investasi di IKN Nusantara

Penggunaan dana wakaf untuk pembangunan sebuah kota bulanlah hal yang utopia. Menurut Hendri, konsep ini sudah berhasil dilakukan oleh pemerintah Turki saat masa pemerintahan Al Fatih. 

“Jika belajar dari kesuksesan Turki, maka wakaf sangat bisa diandalkan untuk membangun kota,” ujar Hendri dalam paparanya saat Diskusi Internal Terbatas (DIT)-HUD Seri 5: Skenario Pengembangan Kota, Kamis (30/6/2022).

Dikatakan, BWI dapat menggerakan wakaf uang, di mana hasil investasinya dapat digunakan untuk membangun sarana publik perkotaan.

Wakaf uang ini juga bisa digunakan untuk membangun rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan bisa ditempati secara gratis.

“Kita bisa merancang proyek perumahan dari hasil dana wakaf. Selama ini, BWI mengelola uang wakaf dalam bentuk investasi sukuk,” jelasnya.

Alternatif ke dua, menurut Hendri adalah membangun rumah susun (rusun) di atas tanah wakaf, yang mana sesuai dengan Pasal 17 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2011.

Baca juga: Kajian Tol Bawah Laut IKN Dikebut, Pembangunan Mulai Agustus 2022

“Di Singapura kotanya lebih tertata karena ada rumah susun. Nah, di IKN Nusantara, rumah susun juga bisa dibangun di atas tanah wakaf. Karena sudah ada payung hukumnya maka sudah bisa dieksekusi,” tambah Hendri.

Opsi lainnya adalah mengajak pemerintah mewakafkan tanah di IKN. Kemudian di atas tanah tesebut didirikan infrastruktur publik seperti irigas dan jembatan dari dana wakaf.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.