Kompas.com - 29/06/2022, 11:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat, Jawa Barat memiliki 292.734 peserta Tapera aktif.

Dari jumlah tersebut, 254.550 peserta di antaranya telah dimutakhirkan oleh para pemberi kerja melalui portal sitara.tapera.go.id sejak pertengahan tahun 2021 lalu.

Namun, BP Tapera juga mencatat saat ini sebesar 77,95 persen peserta masih belum melakukan pemutakhiran data secara individu.

Direktur Kerja Sama Kepesertaan BP Tapera Imam Syafi’i Toha mengatakan hal ini dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (29/6/2022).

“Perlu diketahui bersama, pemutakhiran data peserta Tapera tidak hanya dilakukan oleh para
pemberi kerja, melainkan para peserta juga perlu melakukan pemutakhiran data kembali," terangnya.

Berdasarkan data yang diperoleh BP Tapera dari para PNS di Jawa Barat yang telah
memutakhirkan data, minat peserta terhadap bantuan pembiayaan Tapera dengan skema
konvensional yaitu sebanyak 4.122 peserta memilih Kredit Pemilikan Rumah atau KPR.

Baca juga: Akhir Mei, BP Tapera Realisasikan Akad Pembiayaan 846 Rumah

Kemudian, sisanya 769 peserta memilih Kredit Bangun Rumah atau KBR, dan 13.281 peserta memilih Kredit Renovasi Rumah atau KRR.

Sedangkan untuk skema syariah, sebanyak 1.003 peserta memilih Pembiayaan Pemilikan Rumah atau PPR, 330 peserta memilih Pembiayaan Bangun Rumah atau PBR, 2.133 peserta memilih Pembiayaan Renovasi Rumah atau PRR.

Padahal, jumlah penduduk Jawa Barat dari hasil sensus penduduk tahun 2020 menunjukkan ada 48,6 juta jiwa yang tinggal di daerah tersebut.

Ini melingkupi sekitar 14,7 juta kepala keluarga dengan jumlah rumahnya adalah 11,6 juta unit.

Sehingga, setidaknya ada angka kekurangan rumah atau backlog kepemilikan di Jawa Barat hampir 2,9 juta. Ini termasuk data umum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang termasuk butuh rumah.

“Saya mendorong teman-teman pegawai ASN untuk memanfaatkan dan mencari lebih jauh
informasi tentang program perumahan yang ditawarkan oleh BP Tapera ini, didukung oleh
Perbankan," tambah Ferry.

Menurutnya, rumah adalah tempat berteduh, berlindung, dan berinteraksi, jika dipahami akan akan menjadi prioritas utama dari berbagai kebutuhan yang ada bagi semuanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.