Kota-Kota di Asia Pasifik Belum Serius Tangani Masalah Emisi Karbon

Kompas.com - 20/06/2022, 20:35 WIB

 JAKARTA, KOMPAS.com - Emisi karbon memberikan dampak negatif pada kesehatan lingkungan dan masyarakat.

Sektor real estat, yang merupakan salah satu sektor esensial, bahkan menyumbang rata-rata 60 persen dari keseluruhan emisi karbon.

Meskipun memberikan dampak buruk, namun kota-kota di Asia Pasifik belum serius menangani masalah ini.

Baca juga: Tak Hanya Pangkas Emisi Karbon Dioksida, Ini Sederet Kelebihan Semen Hijau

Menurut laporan terbaru dari perusahaan manajemen properti JLL, tingkat emisi karbon bahkan lebih tinggi di beberapa pusat bisnis terbesar di Asia Pasifik seperti Tokyo (73 persen), Seoul (69 persen) dan Melbourne (66 persen).

Dalam laporannya bertajuk “Decarbonising Cities and Real Estate” JLL menemukan adanya kesenjangan yang signifikan antara kebijakan yang berlaku di perkotaan, dampak industri real estat, dan sains.

Pemerintah di kota-kota utama di Asia Pasifik dinilai menetapkan target keberlanjutan yang ambisius, bahkan seringkali jauh di atas target nasional.

Sydney dan Shanghai misalnya menargetkan pengurangan emisi karbon sebesar masing-masing 70 persen dan 65 persen pada tahun 2030.

Namun, upaya mengatasi emisi karbon sering kali tidak mendapatkan perhatian yang cukup.
Beberapa kota seperti Hong Kong, Shanghai dan Mumbai bahkan tidak memiliki target nyata untuk mengembangkan gedung atau bangunan bebas karbon.

Untuk mewujudkan rencana dekarbonisasi bangunan yang holistik dan efektif, JLL menekankan pentingnya kerjasama dengan pemilik lahan, investor, pengembang, dan penghuni.

Head of ESG Research JLL Asia Pasifik, Kamya Miglani mengatakan bangunan merupakan masalah sekaligus solusi bagi krisis iklim yang dihadapi.

Baca juga: Kehadiran Kawasan TOD Bisa Pangkas Emisi Karbon di Jakarta

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.