Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pro dan Kontra di Balik Penghargaan Sistem Pengendalian Banjir Jakarta

Kompas.com - 15/06/2022, 12:00 WIB
Masya Famely Ruhulessin

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pekan lalu, tepatnya pada Kamis (9/6/2022), Sistem Pengendalian Banjir (Flood Controling System) yang digagas  Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik DKI Jakarta berhasil menjadi pemenang pertama dalam ajang IDC Smart City Asia/Pacific Awards 2022 (SCAPA).

Sistem ini berhasil mengalahkan empat proyek lainnya yang masuk dalam nominasi Public Safety–Next-Generation Emergency Services.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melalui akun twitternya. Unggahan tersebut mendapatkan banyak pujian dari warganet.

Selain memberikan apresiasi atas prestasi ini, beberapa pengguna Twitter bahkan mengatakan Anies adalah sosok yang pantas maju sebagai calon presiden tahun 2024. 

Baca juga: Tuntas 2022, Bendungan Ciawi Diyakini Mampu Kendalikan Banjir Jakarta

"Alhamdulillah. Selamat atas prestasi yang diraih.Semoga bpk bisa maju jadi Capres 2024 untuk Indonesia yang lebih baik,aman,adil dan makmur serta Indonesia bermartabat dikancah International," tulis @RohmatSudin

Sementara warganet lainnya meragukan kerja Anies. Seperti @markusmsa yang mengunggah cuitan, "Koq nggak malu yah? Pamer penghargaan sementara banjir minggu ini sangat memprihatinkan".

Untuk diketahui, Sistem Pengendalian Banjir yang diimplementasikan oleh Kota Jakarta merupakan bagian proyek kota pintar untuk mendeteksi area yang berpotensi tergenang air.

Seperti dikutip dari laman resmi IDC, cara kerja sistem pengendalian banjir ini adalah melalui analisis prediktif sistem data dan pengetahuan historis yang telah dikumpulkan.

Analisis dilakukan untuk membantu meningkatkan kesadaran bencana, mempercepat respons berbasis sistem, dan pemantauan secara real time.

Baca juga: Kata Basuki, Giant See Wall Bukan Solusi Atasi Banjir Jakarta

Dalam operasionalnya, sistem ini telah menggunakan kemampuan Artificial Intelligence (AI) perangkat IoT untuk menarik dan memproses sejumlah besar data dan sistem pembelajaran mesin (ML) untuk meningkatkan akurasi model.

Namun, di balik penghargaan internasional yang berhasil diraih oleh Anies, ada kerja senyap Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono.

Dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI Kamis (9/6/2022), Basuki mengaku Kementerian PUPR menangani banjir rob di Sunda Kelapa. Padahal itu adalah tugas oleh Pemprov DKI.

"Kalau bencana alam memang saya sudah tidak lihat lagi provinsi atau kabupaten, seperti rob di Sunda Kelapa, itu harusnya tugas DKI (Jakarta), tapi saya tangani itu. Bahkan saya telepon pak wakil gubernur DKI (Ahmad Riza Patria) jangan dipublikasi," ujar Basuki.

Dikatakan Basuki, DKI Jakarta merupakan Ibu Kota Negara Indonesia. Sehingga pihak terkait pun harus ikut turun tangan, termasuk Kementerian PUPR.

"Karena itu (DKI Jakarta) Ibu Kota Negara jadi semua bertanggung jawab," tandasnya.

Sebagai informasi, banjir rob terjadi di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa pada awal bulan Desember tahun 2021. 

Tak hanya menggenangi jalan, limpasan air luat juga merendam ratusan rumah di kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com