Kompas.com - 25/05/2022, 06:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Donny Arsal mengatakan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Penajam Paser Utara Kalimantan Timur diperkirakan membutuhkan demand sebanyak 21 juta ton semen.

"Pembangunan IKN diperkirakan memberikan potensi demand secara nasional dalam 20 tahun sebesar 21 juta ton semen," kata Donny dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta seperti disiarkan melalui youtube, Selasa (24/5/2022). 

Donny menjelaskan prospek semen ke depannya diharapkan  semakin baik. Terlebih dengan pertumbuhan populasi yang kurang lebih mencapai 1 persen per tahun dari 270 juta penduduk, otomatis akan mendorong semakin bertambahnya permintaan terhadap semen nasional terutama untuk kebutuhan membangun rumah. 

Baca juga: Tutupan Lahan Hijau di IKN Masih 42 Persen, Persemaian Mentawir Dibangun

"Dengan seperti itu, maka backlog pembangunan rumah sebesar 12,7 juta unit saat ini yang kita harapkan juga mendorong permintaan terhadap semen nasional. Ini merupakan dari sisi prospek industri semen ke depannya," ujarnya. 

Donny menerangkan kondisi pasar (market) semen di Indonesia saat ini mengalami kelebihan pasokan atau oversupply.

"Kalau kita melihat dari sisi industri saat ini per tanggal 31 Desember 2021 kondisi market di mana kapasitas nasional sebesar 119,1 juta ton, sementara permintaan atau demand semen 65,2 juta ton. Dengan demikian terjadi kelebihan pasokan (supply) sebesar 53,8 metric ton," imbuhnya. 

Selanjutnya, Donny mengaku hingga saat ini terjadi kenaikan biaya produksi semen akibat melonjaknya harga batu bara yang telah berlangsung sejak Kuartal IV 2021. 

Saat ini yang menjadi perhatian serius yaitu kenaikan dari biaya produksi akibat melonjaknya harga batu bara yang dimulai pada Kuartal IV tahun lalu, di mana pada saat itu kenaikan batu bara itu 212 persen dari kondisi normal.

"Dan saat ini masih berfluktuasi dan masih tinggi di 2022," kata dia. 

Donny menyebut kebutuhan batu bara Semen Indonesia Group (SIG) per tahunnya mencapai 7,2 juta ton. Tahun ini, SIG telah mendapatkan komitmen supply volume batubara sebesar 5,7 juta ton. 

"Kami sudah berusaha dengan melakukan lelang terbuka untuk pemenuhan kebutuhan batu bara. Lalu dukungan dari Kementerian ESDM berupa penugasan kepada pengusaha batu bara untuk men-supply satu juta ton batu bara ke SIG," tutur dia. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.