Kompas.com - 20/05/2022, 09:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini sedang membangun Jembatan Kretek 2 di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pembangunan jembatan ini dirancang mampu menahan gempa. Pasalnya, lokasi jembatan ini berada di area sesar aktif opak.

Melansir Instagram resmi Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR @pupr_binamarga, letaknya ini beropotensi bisa terjadi bencana gempa cukup tinggi.

Untuk diketahui, sesar adalah patahan aktif di dalam tanah yang membentang di tengah daerah DIY. 

Sesar ini bergerak secara aktif sehingga seringkali menyebabkan terjadinya gempa yang mengguncang Yogyakarta.

Dengan tingginya potensi gempa di area tersebut, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR dengan tim ahli melakukan riset dan survei paleoseismolog untuk menentukan titik mitigasi keberadaan Sesar Aktif Opak sebelum membangun Jembatan Kretek 2.

Titik mitigasi tersebut diperlukan untuk membuat kolom-kolom yang disebut Mechanical Stabilizer Earth (MSE) Wall pada bagian oprit.

Baca juga: Ada Ikon Bajak Sawah di Tengah Jembatan Kretek 2, Intip Penampakannya

Kemudian, melakukan penggantian tanah atau soil replacement di lokasi yang berpotensi likuifaksi dan menganalisa daya tahan pile-slab atau tiang pancang apabila terjadi bencana tersebut.

Jembatan Kretek 2 ini bertipe I-Girder yang dilengkapi oleh Lead Rubber Bearing (LBB). Artinya, didesain khusus untuk menahan guncangan gempa.

Sehingga, saat gempa terjadi, pergerakan joint atau pertemuan antara oprit dan jembatan menjadi lebih luas yaitu 39 cm.

Jembatan Kretek 2 membentang sepanjang 2,01 kilometer. Berdiri di atas Sungai Opak dan menghubungkan antara Desa Tirtohargo dengan Desa Parangtritis. Jembatan ini dirancang 4 lajur dan 2 jalur.

Terdapat pula jalur khusus untuk pejalan kaki. Namun, tidak berupa trotoar, melainkan pedestrian yang dipisahkan dengan pembatas (barrier). 

Pembangunan Jembatan Kretek 2 menggunakan anggaran Rp 364 miliar yang bersumber loan Islamic Development Bank (IsDB). Sesuai kontrak, infrastruktur konektivitas ini ditargetkan rampung Januari 2023 mendatang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.