Tingkat Kecelakaan Tinggi, Kemenhub Tutup 170 Perlintasan KA Liar di Sumbar

Kompas.com - 19/05/2022, 13:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Karena tingginya tingkat kecelakaan kereta api (KA) di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menutup 170 titik perlintasan sebidang tanpa palang pintu.

Hal ini dilakukan semata-mata untuk meningkatkan keselamatan perjalanan masyarakat pengguna moda transportasi KA di daerah tersebut.

Kasubdit Pencegahan dan Penindakan Hukum Direktorat Keselamatan Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Jhon Ferry mengatakan tingkat kecelakaan kereta api di Sumbar cukup tinggi karena banyaknya perlintasan liar.

Baca juga: IKN Bakal Miliki 14 Stasiun Kereta Api Penumpang, Berikut Daftarnya

“Demi meningkatkan keselamatan perkeretaapian, kita akan tutup 170 titik perlintasan liar itu pada tahun 2022," kata Ferry pada Kamis (19/5/2022) seperti dikutip dari Antara News.

Ia mengatakan penutupan perlintasan liar itu ini sudah diawali dengan proses sosialisasi sejak Januari 2022 dengan melibatkan tokoh adat.

Hasilnya, masyarakat pun bisa menerima dengan baik karena tujuannya demi keselamatan bersama.

"Kita juga memberikan solusi bagi masyarakat. Bila lima titik perlintasan liar ditutup, akan diberikan akses jalan. Akses jalan ini akan dilengkapi fasilitas seperti palang pintu, penjaga hingga early warning system oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian melalui Balai Teknik Perkeretaapian," jelasnya.

Dikatakan, di seluruh Sumbar terdapat 370 perlintasan sebidang KA. Sebagian sudah dijaga, namun masih banyak titik yang belum dilengkapi pos jaga atau palang pintu, sehingga bisa berbahaya.

Menurut Ferry, untuk peningkatan keselamatan jalur KA di Sumbar, Kemenhub telah menganggarkan dana sebesar Rp 179 miliar.

 

Proses pekerjaan sudah dimulai dengan pematokan di beberapa tempat. Namun, secara resmi akan diluncurkan pada 21 Mei 2022.

Baca juga: Simak, Jadwal Terbaru KA Pangrango Bogor-Sukabumi Mulai 17 Mei 2022

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi juga mendukung penuh gerakan nasional tersebut karena saat ini frekuensi perjalanan kereta api di Sumbar sudah semakin tinggi, sementara perlintasan liar masih cukup banyak.

"Kita berharap dengan adanya upaya peningkatan keselamatan perkeretaapian ini, tingkat kecelakaan melibatkan kereta api di Sumbar bisa ditekan. Kalau bisa nol kecelakaan," katanya.

Penulis: Miko Elfisha - Editor: Kelik Dewanto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.