Kompas.com - 17/05/2022, 07:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perihal biaya masih menjadi pertanyaan masyarakat ketika hendak mengurus sertifikat tanah melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Sebab, ada yang menganggap bahwa program PTSL tidak dikenakan biaya alias gratis. Sementara yang lainnya menilai masih ada biaya perlu dibayarkan.

Lantas, mana yang benar?

Ketua Tim Kendali PTSL Hary Nugroho pernah menyampaikan bahwa masih banyak masyarakat tidak mengetahui hak dan kewajibannya.

Baca juga: Begini Cara Mengurus Sertifikat Tanah Melalui PTSL

Hal tersebut pun merupakan salah satu dari beberapa catatan tantangan dalam pelaksanaan PTSL di lapangan.

"Kegiatan PTSL ini gratis, artinya tidak ada biaya lagi yang dibayarkan ke BPN mulai dari pengumpulan berkas, pengukuran sampai terbit sertifikat hak atas tanah," ujarnya dalam keterangan tertulis, pada 21 Januari 2022 lalu.

Kendati demikian, menurut dia masyarakat perlu lebih memahami bahwasanya masih tetap ada biaya pada saat pra-sertifikasi.

Selain itu, ada pula kewajiban membayar seperti Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang memang dibebankan kepada masyarakat sesuai dengan regulasi yang berlaku.

"Oleh karena itu, dalam tahapan penyuluhan diharapkan bisa lebih maksimal agar mengedukasi para pemohon PTSL tentang biaya yang harus dikeluarkan," jelasnya.

Pada intinya, beberapa aspek dalam proses PTSL dibebankan kepada pemerintah alias gratis. Namun ada pula yang dibebankan kepada masyarakat.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.