Kompas.com - 13/05/2022, 23:24 WIB
Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy melantik Pengurus Asosiasi Supir Angkot Kota Ambon (ASKA) di Tribun Lapangan Merdeka, Kota Ambon, Kamis (25/11/2021) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYWali Kota Ambon Richard Louhenapessy melantik Pengurus Asosiasi Supir Angkot Kota Ambon (ASKA) di Tribun Lapangan Merdeka, Kota Ambon, Kamis (25/11/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy telah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan suap. 

Kaitannya dengan pemberian persetujuan izin prinsip pembangunan cabang usaha retail Alfamidi di Kota Ambon pada tahun 2020. 

Adapun Richard Louhenapessy ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Staf Tata Usaha Pimpinan Pemkot Ambon Andrew Erin Hehanusa, dan staf Alfamidi, Amri.

Baca juga: Siapa Joko Suranto? Sosok Tajir Grobogan yang Bangun Jalan Rusak di Desanya

"KPK sejak awal April 2022 meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengumumkan tersangka RL (Richard Louhenapessy)," ujar Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers Jumat (13/05/2022), dilansir dari Kompas.com

Firli menjelaskan bahwa Wali Kota Ambon itu meminta uang minimal Rp 25 juta untuk setiap persetujuan dan penerbitan dokumen surat izin usaha. 

Kemudian untuk penerbitan persetujuan prinsip pembangunan 20 gerai usaha retail tersebut, Richard Louhenapessy juga diduga meminta uang sekitar Rp 500 juta.

Berlandaskan tindakannya itu, sebetulnya berapa harta kekayaan Wali Kota Ambon, khususnya properti? 

Merujuk dokumen pengumuman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Richard Louhenapessy terakhir kali melaporkan hartanya pada 19 Maret 2021 untuk peridoe 2020. 

Wali Kota Ambon itu memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 12,4 miliar. Salah satu di antaranya berupa harta properti dengan nilai Rp 4,08 miliar, berikut rinciannya: 

  • Tanah seluas 500 meter persegi di Kabupaten/Kota Ambon. Hasil hibah dengan akta senilai Rp 75 juta. 
  • Tanah dan bangunan seluas 386 meter persegi/340 meter persegi di Kabupaten/Kota Ambon senilai Rp 1,8 miliar dengan keterangan hasil sendiri. 
  • Tanah seluas 522 meter persegi di Kabupaten/Kota Ambon senilai Rp 160 juta dengan keterangan hasil sendiri. 
  • Tanah dan bangunan seluas 200 meter persegi/110 meter persegi senilai Rp 2,05 miliar dengan keterangan hasil sendiri. Namun lokasi negaranya tidak disebutkan. 

 

Penulis: Irfan Kamil | Editor: Sabrina Asril

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.