Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 16/03/2022, 13:00 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara diarahkan sebagai katalis Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui kolaborasi segitiga perkotaan inti.

Dalam Executive Summary Urban Design Development Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN yang diterima Kompas.com, IKN Nusantara dirancang sebagai pusat saraf.

Ini mencakup IKN Nusantara sebagai inti pemerintah dan pusat inovasi hijau di Kaltim.

Sedangkan dua kota lainnya yaitu Samarinda dan Balikpapan, masing-masing berperan sebagai jantung dan otot.

Baca juga: Ini Merek dan Harga Tenda yang Digunakan Jokowi Kemah di IKN

Samarinda sebagai jantung yang artinya menjadi daerah dengan pusat sejarah Kaltim dengan sektor energi yang diremajakan.

Sementara Balikpapan yang berperan sebagai otot menjadi simpul hilir migas dan logistik di Kaltim.

Setidaknya, ada tiga skala perencanaan IKN Nusantara yaitu Kawasan IKN Nusantara seluas 56.181 hektar, Kawasan Perluasan IKN Nusantara 256.142,7 hektar, serta Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 6.856 hektar.

Pada tahun 2045, populasi di KIPP ditargetkan mencapai 280.000-300.00 jiwa. Sementara di  kawasan IKN Nusantara maupun Kawasan Perluasan IKN Nusantara diperkirakan penduduknya mencapai 1,7 juta-1,9 juta orang.

IKN harus dikembangkan dengan mengimplementasikan tiga pilar, mencerminkan identitas nasional, menjamin keberlanjutan sosial, ekonomi dan lingkungan, serta mewujudkan kota cerdas, modern dan berstandar internasional.

Baca juga: Usung Konsep Forest City, Pembangunan IKN Diawali Rehabilitasi Hutan

Oleh karena itu, konsep pembangunan IKN baru diklaim dilakukan dengan meminimalisasi intervensi terhadap alam, mengintegrasikan ruang-ruang hijau serta biru, dan mempertahankan keberadaan hutan Kalimantan.

Adapun konsep desain IKN mengacu pada 5 prinsip sebagai berikut:

1. Smart Workplace atau kota yang menjunjung tinggi kolaborasi dan keterhubungan antar semua pihak.

2. Smart Living yang merupakan kota dengan mengedepankan kehidupan kompak berkinerja tinggi, efisien dan livable sehingga mewujudkan hunian Inklusif berbasis komunitas.

3. Smart Mobility dan Transportation yang diartikan sebagai ibu kota berbasis transit, mengutamakan pergerakan cepat, efisien dan sehat bagi warga kota.

Ini ditunjang dengan 80 persen transit transportasi publik, iklim kondusif untuk pejalan kaki, serta mengadaptasi smart transport dan autonomous system.

4. Smart Nature Preservation atau kota yang tetap menjaga ekosistem alam dan hidup bersinergi dengan alam.

5. Smart Transformation of Nation and Culture atau kota dengan mengedepankan kehidupan berbangsa dan berbudaya melalui ruang-ruang simbolis bersama untuk merayakan kesatuan dan kebhinnekaan nusantara.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com