Ada Teknologi GSM-R, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dipastikan Tidak Ganggu Sinyal Publik

Kompas.com - 29/01/2022, 16:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) ditargetkan akan beroperasional pada Juni 2023.

Kereta cepat akan dioperasikan menggunakan sistem persinyalan menggunakan tenologi Global System Mobile-Railway (GSM-R).

Direktur Prasarana Perkeretaapian Direktorat Jenderal Perkerataapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Harno Trimadi memastikan, penggunakan teknologi GSM-R tidak akan mengganggu jaringan sinyal yang digunakan masyarakat. 

Menurutnya, saat ini pihaknya terus berupaya mengkaji dan menguasai lebih dalam mengenai teknologi tersebut.

Baca juga: Target Operasi Kereta Cepat Molor, Ada Masalah Konstruksi Tunnel

Tujuannya agar operasionalisasi KJCB ini dapat memberikan kenyamanan dan keselamatan pengguna. 

Teknologi GSM-R perlu segera dikuasai dengan baik untuk memastikan penggunaan teknologi baru ini betul-betul dapat mewujudkan keselamatan, kenyamanan pengguna dan pengoperasian kereta api serta tidak mengganggu jaringan GSM publik yang digunakan oleh masyarakat umum saat ini," kata Harno dalam keterangannya, Sabtu (29/01/2022).

Teknologi GSM-R berperan sebagai teknologi transmisi data (Train Control Data) yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan pengawasan.

Dengan teknologi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengawasan serta dapat mewujudkan kerja sama Direktorat Prasarana Perkeretaapian dengan stakeholder melalui transfer of knowledge. 

KCJB akan menggunakan frekuensi GSM-R di pita yang direncanakan yaitu 900MHZ. Para petugas pun tengah melakukan serangkaian pelatihan untuk pengelolaan teknologi tersebut. 

Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan juga tengah menyiapkan regulasi terkait sarana, prasarana, sumber daya manusia, dan keselamatan mengenai rencana pengoperasian KCJB.

Sehingga nantinya pemanfaatan teknologi-teknologi canggih dalam pembangunan kereta api cepat.

Termasuk pembangunan teknologi GSM-R dapat segera memiliki payung hukum yang kuat dan reliable untuk memastikan aspek keselamatan operasional dan optimalisasi daya guna bagi masyarakat. 

“Hingga saat ini kami sampaikan bahwa proses penyusunan regulasi sudah dalam tahap harmonisasi Rancangan Peraturan Menteri dan akan terus dilakukan proses pengkajian agar sejalan dengan regulasi yang sudah ada," pungkasnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.