Kompas.com - 29/01/2022, 06:00 WIB
Ilustrasi ruang kantor SHUTTERSTOCKIlustrasi ruang kantor

JAKARTA, KOMPAS.com - Colliers Indonesia memprediksi penurunan okupansi atau tingkat hunian perkantoran masih terus berlanjut pada tahun 2022.

Hal tersebut disampaikan Head of Research Development Colliers Indonesia Ferry Salanto dalam Webinar Prospek Investasi Properti Pasca Pandemi, Jumat (28/1/2022).

Menurut Ferry, bila dilihat dari sejak tahun 2015, perkantoran Jakarta mengalami pasokan berlebih artinya tidak tejadi kesembangan antara permintaan dan pasokan yang tersedia.

Oleh karena itu, okupansi terus turun.

“Kalau kita lihat ke belakang sekitar tahun 2012 dan 2013, okupansi ruang kantor ada di angka 97 persen. Tapi kemudian dengan masuknya pasokan baru okupansi secara gradual turun. Penuruanan okupansi juga masih terjadi sampai 2022,” jelasnya.

Baca juga: Pandemi Belum Usai, Sektor Perkantoran Terus Tertekan

Penurunan okupansi ini kata Ferry terjadi karena tahun 2022 pasokan ruang kantor yang tersedia cukup signifikan, contohnya di kawasan Central Business District (CBD) seluas 338.832 meter persegi.

Sedangkan di kawasan non-CBD, tersedia pasokan kantor sebesar 96.884 meter persegi.

Sementara itu, harga sewa ruang kantor kemungkinan sudah mulai mengalami penyesuaian walaupun belum terlalu tinggi.

Penyesuaian harga sewa ruang kantor ini terjadi karena ruang kantor baru berasal dari kelas yang lebih tinggi sehingga harga rerata menjadi semakin mahal.

“Soal harga jual ruang kantor, masih ada tekanan mulai dari tahun 2022 sampai 2024 dan harga ini jual masih naik secara gradual,” ungkap Ferry.

Ia menambahkan, tingkat okupansi ruang kantor yang masih rendah dipicu penyewa memiliki beberapa pertimbangan.

Misalnya beradaptasi dengan kondisi pandemi Omicron sehingga banyak perusahaan yang mengurasi ruang kerja di kantor.

Apalagi kini mulai diterapkan sistem kerja hybrid, yakni karyawan bisa bekerja dari kantor dan dari rumah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.