Manajer SPBU Palsukan Bon Pembelian Minyak, PTS Rugi Rp 7,3 Miliar

Kompas.com - 28/01/2022, 14:00 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Tim Tangkap Buronan (Tabur) Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mengamankan Meilani (52), dari rumah kontrakannya di Jalan Panglima Denai Gang Astara, Kecamatan Medanamplas, Kamis (20/1/2022) malam.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut Yos Arnold Tarigan dalam keterangan tertulisnya mengatakan, terpidana adalah manajer SPBU yang berada di Jalan DI Panjaitan, Pematangsiantar.

Terpidana yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) ini diputus bersalah memalsukan surat kuasa dan bon pembelian minyak oleh Pengadilan Tinggi Medan pada 2020.

Baca juga: 8 Tahun Buron, Mantan Kadis PUPR Pematangsiantar Ditangkap di Bandung

"Selama seminggu tim memastikan terpidana berada di Medan. Saat diamankan jaksa wanita dari intel, terpidana tidak melakukan perlawanan," kata Yos, Jumat (28/1/2022).

Disampaikan Yos, berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Sumut Nomor 1463/Pid/2019/PT.MDN tanggal 13 Januari 2020 yang mengubah Putusan Pengadilan Negeri Pematangsiantar Nomor 342 PID/B/2018/PN-PMS tanggal 5 November 2019 dengan menjatuhkan pidana penjara lima tahun.

Dia terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan pemalsuan surat sebagaimana diatur dalam Pasal 263 (1) KUHPidana dalam dakwan jaksa.

"PN Pematangsiantar menjatuhkan vonis 42 bulan penjara, terpidana tidak terima, dia melakukan upaya hukum banding. Tingkat banding, hakim mengaminkan dakwaan jaksa penuntut umum dan memperberat hukumannya menjadi lima tahun," ungkap Yos.

Mantan Kepala Seksi Pidana Khusus Kabupaten Deliserdang ini menambahkan, atas perbuatan terpidana, PT Putra Tunas Sejati (PTS) mengalami kerugian sekitar Rp 7,3 miliar.

Selama dalam pelarian, terpidana bolak-balik Riau-Medan karena anak pertamanya tinggal di Riau dan anak kedua kuliah di Medan.

"Terpidana selanjutnya kita serahkan ke Kejari Pematangsiantar untuk menjalani putusan Pengadilan Tinggi Medan," kata Yos.

Serah terima terpidana dari Kejati Sumut ke Kejari Pematangsiantar diterima langsung Kasi Pidum Edy Syahbudin Tarigan dan Kasi Intel Rendra Yoki Pardede untuk selanjutnya dibawa ke Pematangsiantar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.