Kompas.com - 21/01/2022, 20:30 WIB
Ilustrasi KPR UNSPLASH/TIERRA MALLORCAIlustrasi KPR

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagian besar masyarakat Indonesia masih menganggap suku bunga Kredit Perumahan Rakyat (KPR) terlalu tinggi.

Masalah bunga KPR ini yang menjadi salah satu alasan mengapa mereka menunda membeli rumah.

Hal tersebut terungkap dalam Rumah.com Consumer Sentiment Study H2 2021 yang dilakukan bersama dengan lembaga riset Intuit Research, Singapura.

Survei yang dilakukan terhadap 1.078 responden dari seluruh Indonesia pada bulan Januari hingga Juni 2021, menunjukkan sebanyak 60 persen responden survei merasa suku bunga masih terlalu tinggi.

Baca juga: Bunga KPR Tinggi, Konsumen Tunda Beli Rumah

Sementara itu, 88 persen responden survei menyebutkan bahwa besarnya cicilan per bulan yang harus dibayarkan menjadi pertimbangan utama dalam rencana pembelian properti.

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, KPR yang ditawarkan oleh bank baik milik pemerintah maupun swasta berada di kisaran angka 5 hingga 10 persen.

Berikut beberapa besar suku bunga KPR yang ditawarkan oleh beberapa bank di Indonesia.

1. Bank BTN

Bank BTN menawarkan bunga KPR berkisar antara 8,88 hingga 9,49 persen, tergantung plafon kredit yang dipilih nasabah.

Jangka waktu KPR di BTN bisa sampai dengan 25 tahun dan berlaku untuk pembelian rumah baru atau second.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.