Korban Gempa Pandeglang Minta Bantuan Perbaikan Rumah, Apa Tanggapan Pusat?

Kompas.com - 19/01/2022, 13:00 WIB
Warga melihat kondisi rumah yang rusak akibat gempa di Kadu Agung Timur, Lebak, Banten, Jumat (14/1/2022). Gempa berkekuatan 6,7 SR tersebut mengakibatkan sejumlah rumah rusak. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/rwa. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus KhoirunasWarga melihat kondisi rumah yang rusak akibat gempa di Kadu Agung Timur, Lebak, Banten, Jumat (14/1/2022). Gempa berkekuatan 6,7 SR tersebut mengakibatkan sejumlah rumah rusak. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/rwa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah warga yang rusak rumahnya di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk perbaikan rumah mereka.

Kerusakan rumah mereka terjadi akibat gempa bumi dengan magnitudo 6,6 di Pandeglang, pada Jumat (14/1/2022).

Warga Desa Kertamukti di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Kusni mengungkapkan, bagian depan rumahnya roboh akibat gempa. Namun, dia tidak punya cukup uang untuk memperbaikinya.

Kusni pun tidak berani menempati rumahnya dan dia mengajak keluarganya mengungsi ke rumah orang tuanya untuk sementara waktu.

"Kami bersama keluarga untuk sementara tinggal bersama orang tua," jelas dia dikutip dari Antara, Rabu (19/1/2022).

Warga Kecamatan Sumur lainnya, Eni mengaku, bangunan rumahnya miring dan mengalami retak dinding akibat gempa. Alhasil, dia dan keluarganya terpaksa mengungsi sementara waktu ke rumah kerabat.

"Kami khawatir rumahnya kalau diterpa angin kencang (akan) roboh," tutur Eni.

Baca juga: Warga Terdampak Gempa Pandeglang Minta Bantuan Perbaikan Rumah

Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Iwan Suprijanto menuturkan, saat ini belum ada Rencana Aksi (Renaksi) dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

Dengan begitu, bantuan yang diberikan masih bersifat simultan melalui Dana Siap Pakai (DSP) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Belum ada renaksi dari Pemda. Sehingga, bantuan penanganan berupa stimulan DSP dari BNPB," jelas Iwan singkat kepada Kompas.com, Rabu (19/1/2022).

Dia melanjutkan, renaksi dari Pemda ini juga memperhatikan Undang-undang (UU) Otonomi daerah dan regulasi penanggulangan bencana.

Adapun Sekretaris Camat Sumur Amsor mengatakan, gempa bumi tersebut menyebabkan 53 rumah rusak berat, 134 rumah rusak sedang, dan 272 rumah rusak ringan di wilayahnya.

Dia juga mengimbau agar warga yang rumahnya rusak akibat gempa untuk sementara waktu mengungsi di rumah keluarga atau kerabat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.