Kompas.com - 17/01/2022, 11:09 WIB
Presiden Jokowi didampingi Seskab Pramono Anung bertolak menuju Bandung, Jawa Barat. Senin (17/01/2022). Foto: BPMI Setpres/Laily RachevPresiden Jokowi didampingi Seskab Pramono Anung bertolak menuju Bandung, Jawa Barat. Senin (17/01/2022).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan meninjau terowongan dua pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat.

Usai peninjauan, Presiden bersama rombongan akan langsung kembali ke Istana Kepresidenan dengan menggunakan rangkaian kendaraan.

Peninjau ke proyek terowongan dua pembangunan KCJB merupakan bagian dari rangkaian terakhir kunjungan kerja (kunker) Jokowi ke Provinsi Jawa Barat.

Melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Kepala Negara bersama rombongan lepas landas dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 sekitar pukul 08.00 WIB.

Setibanya di Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Presiden Jokowi diagendakan untuk memberikan pengarahan pada Dies Natalis ke-67 Universitas Katolik Parahyangan (Unpar).

Lalu, kepala negara bersama rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Pasar Sederhana, Kota Bandung untuk memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada para pedagang kaki lima dan warung.

Sementara terakhir, Jokowi akan mengunjungi terowongan dua proyek KCJB.

Baca juga: Rentan Longsor, Begini Kondisi Tunnel 2 Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Sebelumnya, proses konstruksi terowongan dua yang akan dilintasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) sempat mengalami kendala.

Pasalnya, struktur tanah dari terowongan dua yang berada di Purwakarta ini sejenis lumpur dan lapuk. Sehingga setiap digali, tanahnya longsor.

Kendati demikian, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut kondisinya sudah membaik.

"Kondisi tunnel (terowongan) sudah semakin baik, tadi sudah mulai dikerjakan terus ke dalam karena di atas sudah di-grouting (sementasi) dengan bahan beton, dan menurut ahli-ahli ini akan mengurangi goyangan," ujarnya dalam siaran pers Kemenko Marves, Kamis (13/01/2022).

Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan konstruksi terowongan dua mengalami kendala dari faktor geologi sehingga membutuhkan penanganan khusus.

"Tunnel 2 ini terkendala masalah geologi karena tanahnya seperti lumpur atau clay shale, ya begitu digali longsor lagi, digali longsor lagi. Jadi, butuh penanganan khusus," ungkap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.