Kompas.com - 11/01/2022, 13:30 WIB
LRT Jabodebek KAILRT Jabodebek

JAKARTA, KOMPAS.com - Konstruksi Lintas Raya Terpadu Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (LRT Jabodebek) kini menyisakan pekerjaan prasarana.

Direktur Operasi II PT Adhi Karya (Persero) Tbk Pundjung Setya Brata mengatakan, progres konstruksi prasarana sudah mencapai 88,60 persen.

"Untuk konstruksi prasarana sekitar 88,60 persen," ungkap Pundjung kepada Kompas.com, Senin (10/1/2022).

Prasarana yang dimaksud ini berupa pekerjaan access to stasiun  seperti, tangga, eskalator, lift menuju ke stasiun dari ground floor (lantai dasar).

Kemudian, beberapa ground water tank (penampungan air bawah tanah) dan STP di stasiun, sisa pekerjaan railway system (sistem kereta api), serta depo di light dan heavy maintenance facilities (perawatan fasilitas ringan dan berat).

Baca juga: Setelah Cawang-Bekasi Timur, LRT Jabodebek Uji Coba Rute Pancoran-Dukuh Atas

Pundjung mengungkapkan, LRT Jabodebek ditargetkan dapat beroperasi pada Agustus mendatang.

LRT Jabodebek akan dioperasikan menggunakan sistem communication-based train control (CBTC) dengan grade of automation (GoA) level 3.

Sistem CBTC adalah pengoperasian kereta berbasis komunikasi. Sehingga, dapat mengoperasikan kereta dan memproyeksikan jadwal serta disupervisi juga secara otomatis dari pusat kendali operasi.

Pengoperasian dilakukan secara otomatis tanpa masinis, namun mensyaratkan masih terdapat petugas operasional di dalam kereta untuk penanganan kondisi darurat dan pelayanan kepada pelanggan.

Jika terjadi gangguan sarana atau prasarana, petugas train attendant akan mengambil alih pengoperasian kereta secara manual dengan kecepatan terbatas.

LRT Jabodebek nantinya akan beroperasi mengikuti jadwal yang telah diunggah ke sistem persinyalan di pusat kendali operasi atau Operation Control Center (OCC).

Seluruh operasional LRT Jabodebek kemudian berjalan secara otomatis dengan mengikuti jadwal yang telah ditetapkan.

Adapun sistem CBTC GoA 3 pada LRT Jabodebek ini dibangun oleh sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu antara Adhi Karya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, PT Industri Kereta Api atau INKA, serta PT Len Industri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.