Kompas.com - 06/01/2022, 11:30 WIB
Ilustrasi rumah. Dok. PPDPP Kementerian PUPR.Ilustrasi rumah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan 38 bank penyalur Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Kamis (6/1/2022).

Penandatanganan yang dilakukan kepada 38 bank penyalur FLPP ini terdiri dari tujuh bank nasional dan 31 Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Bank nasional tersebut yakni, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, Bank BTN Syariah, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

Kemudian, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau Bank Mandiri, PT Bank Syariah Indonesia Indonesia Tbk atau BSI, PT Bank Artha Graha Internasional Tbk atau Artha Graha, serta PT Bank Mega Syariah Indonesia.

Sementara 31 BPD tersebut terdiri dari PT BJB Syariah, PT BPD Sulawesi Selatan, PT BPD Sulawesi Selatan Syariah, PT BPD Kalimantan Barat, PT BPD Kalimantan Barat Syariah, PT BPD Sulawesi Tengah, PT BPD Kalimantan Tengah, dan PT BPD Kalimantan Selatan Syariah.

Lalu, PT BPD Kalimantan Timur, PT BPD Nusa Tenggara Barat, PT BPD Papua, PT BPD Kalimantan Selatan, PT BPD DKI Jakarta, PT BPD Sulawesi Utara dan Gorontalo, PT BPD Jawa Tengah Syariah, PT BPD Nusa Tenggara Timur, PT Bank Nagari, dan BPD Jawa Timur Syariah.

Baca juga: BP Tapera Pastikan Tidak Ada Perubahan Aturan Penyaluran FLPP

Selanjutnya, PT BPD Jawa Timur, PT BPD Riau Syariah, PT BPD Aceh, PT BPD Jambi, PT BPD Sumatera Selatan Bangka Belitung, PT BPD Nagari Syariah, PT BPD Jambi Syariah.

Selain itu, PT BPD Sumatera Utara Syariah, PT BPD Sumatera Selatan Bangka Belitung Syariah, dan PT BPD Sumatera Utara, PT BPD Jawa Tengah, PT BPD Daerah Istimewa Yogyakarta, PT BPD Jawa Barat dan Banten.

Komisioner BP Tapera Adi Setianto mengatakan, BP Tapera memiliki target penyaluran 309.000 unit rumah subsidi pada tahun 2022.

Ini terdiri dari penyaluran FLPP sebanyak 200.000 unit senilai Rp 23 triliun, sedangkan 109.000 unit rumah melalui program Tapera.

"Target tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi BP Tapera yang baru saja menerima amanah mengelola FLPP," terang Adi dalam sambutannya pada acara penandatanganan tersebut.

Oleh karena itu, pihaknya membutuhkan dukungan para stakeholders (pemangku kepentingan) seperti bank, pengembang, lembaga pembiayaan dari sisi penguatan dan lainnya, serta Pemerintah Daerah (Pemda).

Adi berharap, program perumahan ini akan berjalan lancar dan pihaknya akan selalu siap menerima masukan yang bersifat membangun demi kebaikan bersama.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.