Kompas.com - 18/12/2021, 11:30 WIB
Waduk Jatigede Wild Water IndonesiaWaduk Jatigede

JAKARTA, KOMPAS.com - Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dipenuhi oleh hamparan sampah organik dan non-organik.

Informasi ini disampaikan melalui unggahan video dari akun Twitter @wildwater_id pada Rabu (15/12/2021).

Pada video yang berhasil memperoleh ribuan likes dan retweets tersebut, terlihat sebuah perahu mesin yang terhalang oleh lautan sampah sehingga penumpangnya harus mendayung secara manual.

Baca juga: Viral Video Lautan Sampah di Waduk Jatigede, Begini Kondisinya

Terkait hal ini, pendiri Wild Water Indonesia Michael Risdianto menyampaikan beberapa solusi yang diharapkan, seperti harus ada penanganan jangka panjang dan berkelanjutan dari wilayah hulu hingga hilir.

"Karena beberapa warga mengatakan bahwa sebagian besar sampah berasal dari aliran Sungai Cimanuk," ujar Michael saat dihubungi oleh Kompas.com, Jumat (17/12/2021).

Selain itu, pihak terkait dan berwenang wajib menguatkan edukasi kepada masyarakat, terutama di wilayah hulu agar tidak membuang sampah non-organik ke sungai.

Tidak kalah penting, upaya tersebut juga harus diimbangi dengan adanya sistem pengelolaan sampah serta pengawasan intensif.

"Ini termasuk kerja besar memang karena banyak sekali desa di sekitar DAS Cimanuk," jelas Michael.

Kendati demikian, Michael kembali mengutarakan bahwa pembersihan sampah dari kawasan waduk yang sudah beroperasi selama empat tahun ini sebelumnya juga pernah dilakukan oleh masyarakat dan lembaga terkait.

Namun sayangnya, usaha tersebut masih belum maksimal mengingat masifnya volume sampah yang ada.

"Idealnya memang ada alat pendukung yang memadai untuk pembersihan sampah di kawasan perairan ini karena jika dilakukan secara manual akan sangat lama dan membutuhkan banyak tenaga manusia," pungkas Michael.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.