Kompas.com - 10/12/2021, 07:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Meningkatnya intensitas curah air hujan menjadi salah satu penyebab banyaknya daerah di Indonesia, terendam banjir belakangan ini.

Oleh karena itu, dibutuhkan penanganan yang tepat terhadap masalah tersebut, seperti penyediaan sumur resapan atau parit resapan yang mampu menampung air hujan.

Namun, apa perbedaan dari sumur resapan dan parit resapan?

Sumur resapan

Sumur resapan diartikan sebagai prasarana untuk menampung dan meresapkan air hujan ke dalam tanah, dilansir dari pedoman sumur dan parit resapan air hujan oleh Badan Standardisasi Nasional, Kamis (9/12/2021).

Prasarana ini harus ditempatkan pada lahan yang relatif datar dengan kemiringan maksimum kurang dari 2 persen dan hanya digunakan jika kedalaman air tanah melebihi 2 meter.

Adapun penampang sumur resapan pada umumnya berbentuk segi empat, lingkaran atau bentuknya lainnya dengan ukuran sisi 80 sentimeter sampai dengan 100 sentimeter.

Selain itu, jarak minimum pondasi bangunan atau tangki septik terhadap sumur resapan adalah 1 meter.

Sedangkan jarak bidang resapan atau sumur resapan tangki septik dengan sumur resapan adalah 5 meter dan jarak sumur resapan air hujan atau sumur air bersih dengan sumur resapan adalah 3 meter.

Lebih lanjut, baik sumur maupun parit resapan, keduanya harus mempunyai nilai koefisien permeabilitas tanah lebih dari 2 sentimeter per jam dengan klasifikasi yang telah ditentukan.

Parit resapan

Sementara parit resapan adalah prasarana yang digunakan untuk menampung dan meresapkan air hujan ke arah memanjang melalui parit atau selokan.

Sama seperti sumur resapan, parit resapan juga harus ditempatkan pada tanah yang relatif datar dengan kemiringan tidak lebih atau kurang dari 2 persen.

Tetapi, berbeda dengan sumur resapan, parit resapan dibuat jika kedalaman air tanah kurang dari 2 meter.

Untuk jarak pondasi bangunan atau tangki septik dengan parit resapan adalah 1 meter dan jarak bidang resapan atau sumur resapan tangki septik adalah 5 meter.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.