Suplai Rumah di Jateng Meningkat Drastis pada Kuartal III-2021

Kompas.com - 09/12/2021, 19:30 WIB
Ilustrasi rumah Dok. Kementerian PUPRIlustrasi rumah

JAKARTA, KOMPAS.com - Hadirnya berbagai kebijakan pemerintah untuk menggenjot sektor properti membuat para pengembang berani untuk mempercepat pembangunan dan peluncuran hunian pada kuartal tiga tahun 2021.

Dampaknya terlihat pada jumlah suplai hunian yang meningkat di berbagai daerah. Menariknya Jawa Tengah menjadi daerah yang memberikan suplai hunian terbanyak pada kuartal III-2021.

Hal ini disampaikan Country Manager Rumah.com Marine Novita dalam acara “Diskusi panel Indonesia’s Property Market Outlook & Real Estate Trend 2022” Kamis (9/12/2021).

Berdasaran suplai, terdapat tiag daerah yang menunjukan pertumbuhan suplai hunian terbanyak.

Baca juga: November 2021, Program Sejuta Rumah Tembus 931.592 Unit

Jawa Tengah atau Jateng menunjukkan angka tertinggi yakni 23,5 persen. Disusul Jawa Barat (10,21 persen) dan DKI Jakarta (9,5 persen).

Selain itu, indeks harga hunian juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya secara kuartalan.

“Terdapat tiga daerah teratas yang menunjukan kenaikan harga signifikan yakni Banten (3,07 persen) Jawa Barat (2,30 persen) dan DKI Jakarta (1,81 persen),” papar Marine.

Menurut Marine, dari kondisi pasar properti tahun 2021, dapat disimpulkan banyak sekali bantuan pemerintah telah berhasil membuat pasar properti kembali pulih setelah sebelumnya terpuruk pasca pandemi.

“Namun bantuan yang diberikan oleh pemerintah masih banyak terarah ke konsumen dan belum terlalu banyak membatu para pengembang atau penjual properti,” urai Marine.

Ia bahkan mengatakan, tren pasar properti di Indonesia tahun 2022 mendatang masih sangat bergantung pada insentif yang diberikan oleh pemerintah.

“Jika kebijakan insentif pemerintah tetap diberikan hingga akhir tahun 2022, maka kondisi pasar properti di Indonesia bisa tetap stabil,” tandas Marine.

Beberapa jenis stimulus yang diberikan seperti pembelian rumah dengan DP 0 persen, relaksasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) serta keringanan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPNHTB) di beberapa daerah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.