Kompas.com - 09/12/2021, 11:30 WIB
Ketua Umum IAI Georgius Budi Yulianto menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman Perguruan Tinggi Arsitektur dalam Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr), Senin (6/12/2021). Dok. Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).Ketua Umum IAI Georgius Budi Yulianto menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman Perguruan Tinggi Arsitektur dalam Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr), Senin (6/12/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) menjadi mitra kerja dan belajar bagi Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Unika Soegijapranata dalam menyediakan dosen pengajar, tamu, dan reviewer untuk berbagai ujian terkait keprofesian arsitek.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman Perguruan Tinggi Arsitektur dalam Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr) tersebut, Senin (6/12/2021).

Ketua Badan Media, Publikasi, dan Kemitraan IAI Theresia Asri W Purnomo mengatakan, pendidikan tinggi arsitektur saat ini mengalami perubahan.

"Sehingga, menuntut model pembelajaran lebih dinamis, multi-disiplin, dan fokus dalam menghasilkan lulusan yang memenuhi standar kompetensi nasional, regional dan internasional," tutur Theresia dalam siaran persnya, Rabu (8/12/2021).

Tantangan di tingkat regional ditandai salah satunya dengan diberlakukannya Pasar Bebas ASEAN Tahun 2015 melalui Mutual Recognition Arrangement (MRA) for Architectural Services.

Atas dasar prinsip kesetaraan mutu serta kesepahaman tentang kualifikasi dari berbagai bidang pekerjaan dan profesi era global tersebut, maka Indonesia perlu mengikuti standar kualifikasi internasional.

Melalui organisasi profesi arsitek sedunia, IAI yang menjadi anggota the Union Internationale
des Architectes (UIA) merekomendasikan, calon arsitek harus mengikuti pendidikan minimal selama 5 tahun di Perguruan Tinggi Arsitektur.

Baca juga: Terpilih Jadi Ketua IAI Jakarta, Begini Rencana Kerja Doti Windajani

Lalu, disusul dengan mengikuti proses magang sekurang-kurangnya 2 tahun sebelum
diperbolehkan berpraktik sebagai seorang arsitek.

Oleh karena itu, tuntutan tersebut direspons oleh IAI dengan merekognisi model 4 tahun +1 yang merupakan perwujudan pendidikan sarjana 4 tahun, ditambah program pendidikan profesi arsitek selama 1 tahun.

Sejauh ini, IAI telah memiliki nota kesepahaman PPAr dengan 31 perguruan tinggi arsitektur di Indonesia.

Namun, delapan di antaranya telah aktif Program Pendidikan Profesi Arsitek yaitu Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Universitas Indonesia (UI), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Kemudian, Universitas Kristen Petra, Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Islam Indonesia (UII), dan Universitas Kristen Duta Wacana.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.