Kompas.com - 02/12/2021, 11:00 WIB
Ilustrasi jalan tol. Dok. PT Jasa Marga (Persero) Tbk.Ilustrasi jalan tol.

JALAN, KOMPAS.com - Bersama dengan Komisi V DPR RI, pemerintah sepakat membawa Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Jalan ke rapat paripurna DPR RI.

RUU tersebut dibentuk sebagai perubahan atas Undang-Undang (UU) Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan disetujui untuk dilanjutkan dalam pembicaraan tingakt II melalui Rapat Kerja Komisi V DPR RI, Rabu (1/12/2021).

"RUU tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang jalan sudah kami ajukan sejak tahun 2009 dan akhinya bisa mendapatkan kesepakatan melalui raker untuk mendapatkan persetujuan bersama," kata Anggota DPR RI, Lasarus.

Baca juga: Dana PSN Transportasi Rp 925,9 Miliar Dipinjamkan Demi Pengadaan Tanah Jalan Tol

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki menjelaskan, terdapat beberapa substansi dalam RUU jalan, seperti pencantuman kewenangan Pemerintah Desa dalam penyelenggaraan jalan yang meliputi pembangunan serta pengawasan.

"Perencanaan dan pembangunan jaringan jalan didasarkan atas prinsip pembangunan berkelanjutan dengan penerapan konstruksi berkelanjutan yang mengutamakan keseimbangan aspek lingkungan, ekonomi dan sosial," ujar Basuki.

Selain itu, terdapat substansi lain khususnya di bidang jalan tol dalam RUU tersebut, meliputi pemantapan posisi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) serta penyesuaian tarif tol yang ditetapkan menurut laju inflasi dan evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Menjelaskan lebih lanjut terkait RUU, Menteri PUPR menyebutkan pemberlakuan tarif tol melalui evaluasi dan penyesuaian setiap dua tahun juga menjadi substansi yang tercantum di dalamnya.

"Selain penyesuaian tarif setiap dua tahun, evaluasi, dan penyesuaian tarif dapat dilakukan dalam hal tercapai pemenuhan pelayanan lalu lintas dengan memperhatikan kapasitas jalan tol atau terdapat kebijakan Pemerintah Pusat yang mempengaruhi kelayakan investasi," tambah Basuki.

Adapun harapannya, RUU tentang jalan nanti bisa menjamin ketertiban, keamanan, kelancaran, keselamatan arus penumpang dan barangn hingga kepastian hukum dalam penyelenggaraan jalan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.