Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Usai Raup PMN, KCIC Pastikan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tuntas Akhir 2022

Kompas.com - 02/12/2021, 07:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) terus melakukan percepatan pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) agar dapat beroperasi tahun 2022.

Hingga saat ini progres konstruksi KCJB telah mencapai 79 persen.

"Kami masih terus melakukan percepatan pembangunan untuk mengejar operasional KCJB di tahun mendatang," kata Sekretaris Perusahaan KCIC Mirza Soraya kepada Kompas.com, Rabu (01/12/2021).

Mirza menyebut target penyelesaian dan operasional KCJB masih tetap sama yaitu pada akhir tahun 2022.

Baca juga: Mengintip Desain Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Ada Sisik Komodo

Adapun percepatan pembangunan yang dilakukan yaitu berupa penambahan titik kerja, penambahan shift dan juga peralatan konstruksi.

"Di samping itu, pembangunan juga kami lakukan secara simultan di 236 titik kerja, sehingga diharapkan target operasional yang sudah ditentukan bisa terwujud," ujarnya.

Mirza menilai, kehadiran KCJB akan menjadi solusi untuk mengantisipasi mobilitas masyarakat dari Jakarta dan Bandung yang terus tumbuh dari tahun ke tahun.

Terlebih kedua kota tersebut merupakan salah satu pusat ekonomi di Jawa dan nasional.

Kehadiran KCJB juga akan menumbuhkan potensi-potensi ekonomi baru, baik di daerah yang memiliki stasiun ataupun daerah penyangganya.

"Potensi-potensi ekonomi baru ini bisa berupa pengembangan peluang usaha baik itu dari sektor properti, transportasi, hingga pariwisata," tuturnya.

Sebelumnya, proyek KCJB yang dibangun sepanjang 142,3 kilometer mengalami cost overrun (pembengkakan biaya) menjadi 8 miliar dolar AS atau setara Rp 114,24 triliun.

Dengan estimasi tersebut artinya terdapat kenaikan sebesar 1,9 miliar dolar AS atau setara Rp 27,09 triliun dari rencana awal pembangunan KCJB sebesar Rp 6,07 miliar dolar AS ekuivalen Rp 86,5 triliun.

Karenanya, pemerintah mengucurkan anggaran APBN untuk menambal pembengkakan biaya investasi pembangunan proyek tersebut yang diberikan melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 3,4 triliun.

Penyertaan PMN ini sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 93 Tahun 2021 yang merupakan perubahan atas Perpres Nomor 107 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat Jakarta Bandung.

Terdapat sejumlah poin utama yang terdapat dalam revisi beleid tersebut. Terutama proyek KCJB kini bisa didanai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Hal ini menjadi bertentangan dalam aturan sebelumnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+