Kompas.com - 01/12/2021, 19:30 WIB
Ilustrasi rumah. Dok. DIREKTORAT RUK/ BAGIAN HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK DIREKTORAT JENDERAL PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPRIlustrasi rumah.

KOMPAS.com - Tren permintaan properti syariah belakangan ini sedang meningkat. Pasalnya, jenis properti yang satu ini menawarkan sistem transaksi berbasis agama Islam dan dinilai halal karena adanya cicilan tanpa suku bunga.

Seiring dengan meningkatnya tren tersebut, Ketua Umum Asosiasi Developer Properti Syariah (ADPS) M Arief Gunawan Sungkar mengatakan, properti syariah tidak terpengaruh krisis ekonomi yang terjadi akibat pandemi Covid-19.

Sebaliknya, menurut Arief, properti syariah tumbuh secara eksponensial selama berlangsungnya pandemi.

"Sampai tahun 2021 kami sudah menyediakan sebanyak 45.000 unit rumah dari 1.054 lokasi proyek properti syariah," ujar Arief dalam lokakarya yang diselenggarakan oleh HUD Institute, Selasa (30/11/2021).

Baca juga: Ini Kunci Pengembangan Pembiayaan Properti Syariah

Selain itu, terdapat lebih dari 5.000 tenaga kerja langsung dan 16.000 pekerja lepas yang diserap.

Arief mengkelaim adanya perputaran uang dari properti syariah ke bisnis lain hingga mencapai lebih dari Rp 100 miliar setiap bulannya.

Tidak hanya itu, ADPS juga menghitung total estimasi market size properti syariah sejak tahun 2013 hingga 2021 adalah sebesar Rp 20 triliun.

“Target kami sampai 2025 properti syariah non bank akan membuat 1 juta unit, dengan market size sampai Rp 400 triliun," tambah Arief.

Mendukung pernyataan tersebut, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna mengaku, pemerintah telah mengupayakan aksesibilitas layanan pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) khususnya dalam hal pembiayaan syariah.

“Dari sisi potensi pasarnya memang besar. Tetapi masyarakat yang memanfaatkan KPR syariah baru 16 persen dibandingkan konvensional," kata Herry .

Oleh karena itu, demi membuat pembiayaan perumahan syariah ini menjadi menarik, maka diperlukan terobosan-terobosan baru.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.