Kompas.com - 27/11/2021, 05:06 WIB
PT Sarana Multigriya Infrastruktur Stau SMF mencatat laba Rp 400 miliar hingga quartal III-2021. Tampak dalam gambar, Chief Economist SMF Martin Daniel Siyaranamual, Direktur Keuangan dan Operasional SMF Trisnadi Yulrisman, Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo, Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan Heliantopo, Sekretaris Perusahaan Bonai Subiakto saat pemaparan kinerja keuangan Kuartal III-2021, Jumat (26/11/2021). SMFPT Sarana Multigriya Infrastruktur Stau SMF mencatat laba Rp 400 miliar hingga quartal III-2021. Tampak dalam gambar, Chief Economist SMF Martin Daniel Siyaranamual, Direktur Keuangan dan Operasional SMF Trisnadi Yulrisman, Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo, Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan Heliantopo, Sekretaris Perusahaan Bonai Subiakto saat pemaparan kinerja keuangan Kuartal III-2021, Jumat (26/11/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF mencatatkan laba bersih senilai Rp 400 miliar hingga September atau Kuartal III-2021.

Pencapaian ini tumbuh 8,56 persen dibanding periode yang sama tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp 369 miliar.

Laba tersebut diperoleh dari pendapatan yang dibukukan sepanjang sembilan bulan dengan raihan angka Rp 1,69 triliun.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo menjelaskan, kinerja Perseroan tetap tumbuh dengan baik di tengah pandemi Covid-19 yang ditopang penyaluran pinjaman kepada Lembaga Penyalur KPR, dan pendanaan (penyaluran surat utang dan pinjaman).

Perseroan kini terus bergiat dalam mengoptimalkan peran dan fungsinya sebagai fiscal tools Pemerintah dalam mendorong bangkitnya industri perumahan baik dari sisi supply maupun demand sesuai perluasan mandat yang telah diberikan oleh Pemerintah melalui penyaluran pembiayaan perumahan yang berkesinambungan.

Baca juga: Dukung Proyek KPBU Perumahan, SMI Kolaborasi dengan SMF

Hingga Kuartal III-2021, Perseroan telah mengalirkan dana pendamping untuk mendukung penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebesar Rp 4,90 triliun untuk membiayai rumah 106.687 unit dari 157.500 rumah yang ditargetkan Pemerintah pada 2021.

"SMF berperan dalam mengurangi beban fiskal Pemerintah dengan membiayai porsi 25 persen pendanaan KPR FLPP, sehingga Pemerintah hanya menyediakan 75 persen dari total pendanaan FLPP dari semula yang sebesar 90 persen," tutur Ananta.

Secara kumulatif, total dana yang dialirkan dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan dari tahun 2006 sampai dengan 30 September 2021, mencapai Rp 74,04 triliun yang terdiri dari pembiayaan sebesar Rp 61,10 triliun, sekuritisasi KPR sebesar Rp 12,79 triliun dan pembelian KPR sebesar Rp 156 miliar.

Dana yang telah dialirkan tersebut telah membiayai 1,19 juta debitur KPR yang terdiri dari 61,05 persen pembiayaan, 18,38 persen KPR FLPP, 20,45 persen sekuritisasi dan 0,13 persen pembelian KPR.

Pada periode yang sama, Perseroan telah merealisasikan penerbitan surat utang melalui Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan VI Tahap I Tahun 2021 dengan tingkat bunga tetap, sebesar Rp 1,2 triliun.

Baca juga: Per Oktober 2021, SMF Alirkan Dana KPR FLPP Rp 3,8 Triliun

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.