Kompas.com - 25/11/2021, 12:42 WIB
Ilustrasi rayap. SHUTTERSTOCK/BEJITAIlustrasi rayap.

JAKARTA, KOMPAS.com - Keberadaan rayap kerap kali dianggap sebagai suatu hal yang sepele. Namun, binatang menyerupai semut putih ini bisa membawa kerugian finansial yang besar.

Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) bahkan menaksir kerugian yang diakibatkan oleh hama di Indonesia dapat mencapai Rp 2,8 triliun setiap tahunnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kerugian ini turut disebabkan oleh tingginya populasi rayap di Indonesia.

Rayap tidak pernah tidur, menggerogoti material kayu, kertas, selulosa dan barang-barang tertutup seperti boks dan toples selama 24 jam penuh.

Sebagai perusahaan yang fokus pada pengendalian hama, Rentokil Indonesia merilis metode Rentokil Termite Drips System (RTDS) dan Rentokil Termite Piping System (RTPS).

Baca juga: Masuk Musim Hujan, Ini 5 Cara Membasmi Rayap di Rumah

Kedua metode ini bisa digunakan untuk mengendalikan rayap sebelum struktur bangunan didirikan dengan mengandalkan pipa yang tertanam dalam struktur tanah.

Metode RTDS bekerja melalui sistem pipa dengann emitter yang menghasilkan tetesan, distribusi bahan kimia yang dialirkan menjadi merata dan presisi. Terlebih sistem tersebut sudah menggunakan turbonet.

Sementara metode RTPS menggunakan sistem pipa yang memanfaatkan tiga jenis nosel di setiap pipa untuk menyalurkan bahan kimia secara merata ke seluruh area.

National & Sales Operation Manager Rentokil Indonesia Sulkifly Barata menjelaskan, pipa di kedua metode tersebut terjamin kekuatannya dan bisa mencapai umur pemakaian lebih dari 20 tahun.

Fitur mulsa plastik pada pipa yang diplot sebagai penahan cor-corandapat mencegah emmiter atau nosel tertutup cor-coran sehingga pipa betul-betul berfungsi baik, awet dan aman.

“Selain membuat barikade dalam tanah yang bisa menghalangi serangan jalur rayap, metode sistem pipa ini sangat efektif dan efisien. Apalagi sirkulasi penyemprotan termitisida dapat digunakan berulang kali melalui pipa,” ujar Sulkifly dalam rilis yang diterima Kompas.com, Kamis (25/11/2021).

Ia menambahkan, metode ini sangat disarankan bagi konsumen yang ingin menjaga properti dan aset terlindungi dari serangan rayap di kemudian hari.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.