Keluarga Nirina Zubir Jadi Korban Mafia Tanah, Sofyan Djalil Angkat Bicara

Kompas.com - 18/11/2021, 11:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil menanggapi kasus mafia tanah yang menjerat keluarga artis Nirina Zubir.

Sofyan memastikan akan melakukan audit terlebih dahulu apakah ada pegawai BPN yang ikut terlibat mafia tanah dalam kasus tersebut atau terjadinya kelalaian dari pihak BPN saat melakukan pengalihan sertifikat tanah.

Selain itu, ada dugaan lain yang bisa saja terjadi dalam kasus ini seperti keterlibatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), namun tanpa adanya keterlibatan pegawai BPN.

"Apakah ada pelanggaran prosedur waktu pengalihan sertifikat kami belum tahu, nanti kita akan audit dahulu apakah ada BPN yang ikut terlibat," ujar Sofyan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (17/11/2021).

Sebelumnya diberitakan, mendiang ibunda Nirina, Cut Indria Marzuki, menjadi korban mafia tanah.

Baca juga: Mafia Tanah Merajalela, Sofyan: Kita Berantas Sampai ke Akar

Tindakan kriminal itu dilakukan oleh orang terdekat mendiang ibunda Nirina yaitu Riri Khasmita.

Diketahui, Riri Khasmita merupakan asisten rumah tangga (ART) yang sudah bekerja dengan ibundanya sejak tahun 2009.

Nirina Zubir mengatakan, ada enam aset berupa surat tanah yang telah digelapkan oleh Riri Khasmita.

Dua aset tanah kosong telah dijual, sedangkan empat aset tanah dengan bangunan telah diagunkan ke bank. Keenam aset tersebut sudah berganti kepemilikan menjadi nama Riri Khasmita.

Karena kasus yang menimpa keluarganya tersebut, Nirina memperkirakan ketugian mencapai Rp 17 miliar.

"Kurang lebih Rp 17 miliar (kerugian). Kami berharap semua balik ke keluarga kami, kepada ahli waris,” ucap Nirina saat jumpa pers, Rabu (17/11/2021).

Saat ini, kasus tersebut telah dilaporkan oleh Nirina ke Polda Metro Jaya pada Juni 2021 lalu.

Atas kasus ini, Riri dan suaminya beserta pihak notaris yaitu Farida telah ditetapkan sebagai tersangka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.