Kompas.com - 04/11/2021, 21:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 190 negara dan organisasi akan menandatangani kesepakatan untuk berhenti menggunakan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara dan berhenti membangun pembangkit baru.

Seperti dikutip dari France24, pemerintah Inggris mengatakan penandatanganan perjanjian tersebut akan berlanung pada konfrerensi iklim COP26, Kamis (04/11/2021).

Batubara merupakan bahan bakar fosil yang menimbulkan polusi dan emisi gas rumah kaca yang sangat tinggi ketika dibakar. Penggunaan material ini bahkan menjadi penyumbang terbesar bagi perubahan iklim.

Mengurangi penggunaan batu bara di berbagai negara dianggap merupakan hal penting untuk mencapai target perubahan iklim yang disepakati secara global.

Baca juga: Incar Investor Kendaraan Listrik, Subang Smartpolitan Dilengkapi IoT

Penandatangan perjanjian COP26 ini dilakukan untuk menghindari investasi untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga batubara yang baru.

Kemudian rencananya pembangkit listrik berbahan bakar batubara tidak akan lagi digunakan pada tahun 2030-an di negara-negara kaya, dan tahun 2040-an untuk negara-negara miskin.

"Akhir dari batu bara sudah di depan mata. Dunia bergerak ke arah yang benar untuk mendapatkan manfaat lingkungan dan ekonomi saat membangun masa depan yang didukung oleh energi bersih," ujar Sekretaris Bisnis dan Energi Inggris, Kwasi Kwarteng.

Secara terpisah, Powering Past Coal Alliance mengatakan telah mendapatkan 28 anggota baru, yang berjanji untuk berhenti menggunakan bahan bakar pada tahun 2035.

Powering Past Coal Alliance merupakan gerakan internasional untuk menghapus penggunaan bahan bakar batu bara secara bertahap.

Namun hingga saat ini, batu bara masih menghasilkan sekitar 37 persen dari listrik dunia pada tahun 2019. Terlebih harga material ini cukup terjangkau di pasaran lokal.

Karena harganya yang murah ini, batu barah masih mendominasi produksi listrik di banyak negara termasuk Afrika Selatan, Polandia, dan India.

Negara-negara ini tentu akan membutuhkan investasi besar untuk mengalihkan industri dan sektor energi mereka ke sumber yang lebih bersih.

Pembangunan pembangkit listrik tenaga batu bara telah menyusut dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun demikian, China, India, Vietnam, dan Indonesia masih berencana membangun yang baru.

 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber France24
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.