Kompas.com - 02/11/2021, 16:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF telah mengalirkan dana pendamping untuk mendukung penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebesar Rp 3,856 triliun.

Dana sebesar itu digunakan untuk membangun 106.014 unit dari total 178.728 rumah yang direalisiasikan oleh Pemerintah.

Sementara, sejak Agustus 2018 hingga saat ini Perseroan telah merealisiasikan penyaluran dana KPR FLPP mencapai Rp 8,270 triliun untuk 239.082 unit rumah yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia.

Dukungan SMF pada Program KPR FLPP, merupakan realisasi dari peran Perseroan sebagai fiscal tools Pemerintah.

Baca juga: Punya Rumah Layak Huni Bukan Lagi Mimpi Bagi Masyarakat Berpenghasilan Tidak Tetap

SMF berperan dalam mengurangi beban fiskal Pemerintah dengan membiayai porsi 25 persen pendanaan KPR FLPP, sehingga Pemerintah hanya menyediakan 75 persen.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo menuturkan, dalam menjalankan program ini Perseroan bersinergi dengan Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (BLU PPDPP) dalam mengalirkan dana pendampingan porsi perbankan untuk Pembiayaan KPR FLPP yang ditujukan kepada Bank Penyalur.

Menurut Ananta, dana yang dialirkan Perseroan dalam mendukung Program KPR FLPP ini merupakan amanat Pemerintah melalui Kementerian Keuangan kepada SMF, dari rakyat untuk rakyat.

“Ini merupakan wujud dari kehadiran negara untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya MBR," kata Ananta, Selasa (2/11/2021).

Dana yang dialirkan untuk KPR Subsidi ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang digunakan sebesar-besarnya demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Ananta berharap dukungan SMF untuk Program KPR FLPP ini juga akan memberikan multiflier effect bagi sektor perumahan.

Baca juga: Beri Modal BTN, SMF Kucurkan Pinjaman Subordinasi Rp 1,5 Triliun

Seperti diketahui, sektor perumahan menggerakkan 174 industri turunan lainnya yang kemudian menciptakan penyerapan tenaga kerja, perbaikan kualitas hidup masyarakat, serta mendorong percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Merujuk hasil penelitian SMF bersama International Trade and Analysis Policy Studies, Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (FEM IPB), peran dan fungsi SMF dalam mendukung peningkatan kapasitas penyaluran pembiayaan perumahan yang berkesinambungan memiliki andil terhadap kinerja makro ekonomi.

Pada saat kondisi sebelum pandemi Covid-19, setiap penyaluran dana Rp 1 triliun dari SMF akan meningkatkan PDB sebesar 0,27 persen, konsumsi rumah tangga sebesar 0,67 persen, investasi sebesar 4,5 persen, dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja sebesar 0,5 persen.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.