Kompas.com - 27/10/2021, 23:30 WIB
Dirjen Penataan Agraria Kementerian ATR/BPN Andi Tenrisau. Dok. Kementerian ATR/BPN.Dirjen Penataan Agraria Kementerian ATR/BPN Andi Tenrisau.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Penataan Agraria tengah menyusun neraca penatagunaan tanah sektor perkebunan.

Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Penataan Agraria Kementerian ATR/BPN Andi Tenrisau, penyusunannya harus dilakukan secara berimbang antara ketersediaan tanah dan kebutuhan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal ini dilakukan dengan tiga tahapan yaitu bagaimana ketersediaan tanah di suatu wilayah untuk kegiatan kawasan tertentu.

Lalu, sejauh mana perubahan yang terjadi dalam periode waktu tertentu, dan analisa ke arah mana penggunaan tanah harus diwujudkan.

Andi menjelaskan, penyusunan neraca penatagunaan tanah ini dipastikan sebagai dasar untuk mengelola atau menggunakan tanah secara baik.

Dalam pengertian ini, penggunaan tanah dilakukan secara efektif, efisien, berhasil serta berdaya guna.

"Tentunya, kalau ini dilakukan secara baik, maka produktivitas pengelolaan tanah itu juga terbaik, pada akhirnya bisa memakmurkan rakyat,” ujar Andi dikutip dari laman Kementerian ATR/BPN, Rabu (27/10/2021).

Baca juga: Bila Tak Digunakan, Tanah Telantar Bisa Disita Badan Bank Tanah

Dia melanjutkan, neraca penatagunaan tanah disusun secara berurutan untuk kepentingan negara, tempat, ibadah, dan kegiatan masyarakat termasuk sosial budaya.

Kemudian, perkembangan kegiatan perkebunan, pertanian, perikanan, serta perkembangan kegiatan industri, transmigrasi, dan mineral atau pertambangan.

“Dengan melihat hal tersebut, maka jelas kegiatan ini sangat penting bahkan sangat strategis karena bersentuhan untuk kepentingan masyarakat banyak dan amanat Undang-undang Dasar (UUD) 1945," lanjut Andi.

Menurutnya, neraca penatagunaan tanah juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pengendalian penggunaan tanah. 

Sebagaimana diketahui, penatagunaan tanah merupakan hal penting dalam menyelenggarakan peruntukan dan ketersediaan tanah bagi masyarakat serta salah satu kewajiban negara dalam menguasai tanah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.