Kompas.com - 24/10/2021, 06:00 WIB
sertifikat tanah Ilustrasi sertifikat tanah. Foto: Istimewasertifikat tanah

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus sengketa dan konflik pertanahan banyak terjadi di Indonesia. Baik berupa tumpang tindih sertifikat tanah hingga pemalsuan sertifikat yang melibatkan mafia tanah.

Dirjen Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan (PSKP) Kementerian ATR/BPN RB Agus Widjayanto mengatakan, terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya kasus sengketa dan konflik pertanahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menyebutkan, salah satunya karena perubahan alam. Pada 1970-an pengukuran luas tanah berpatok kepada benda-benda di alam, seperti letak pohon, sungai, dan sebagainya.

"Sehingga ketika patok alam tersebut menghilang, maka koordinatnya juga hilang," kata Agus seperti dikutip dari situs Kementerian ATR/BPN, Sabtu (23/10/2021).

Baca juga: Persempit Sepak Terjang Mafia Tanah, Tanda Bukti Transaksi Harus Dilampirkan

Selain itu, menurut dia, pemekaran wilayah juga menjadi salah satu faktor permasalahan tumpang tindih kepemilikan hak atas tanah.

Permasalahan ini seringkali terjadi, karena banyak data yang berubah atau kurang teratasi dengan baik ketika pemekaran wilayah berlangsung.

"Memang ini menjadi pekerjaan bagi kami. Oleh karena itu, kami berusaha menggalakkan pemetaan, salah satunya melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL)," ungkap Agus.

Agus menyampaikan, pada hakikatnya dalam satu bidang tanah hanya ada satu sertifikat. Namun, jika terdapat sertifikat lain, bisa disebut palsu atau bahkan asli tapi terdapat indikasi cacat administrasi.

Baca juga: Juru Ukur Pendaftaran Tanah Dituding Semi Ilegal, Ini Tanggapan Pemerintah

Oleh karena itu, BPN dapat membatalkan sertifikat yang palsu maupun cacat administrasi, tentunya dengan melakukan penyelidikan yang ketat dan melibatkan banyak pihak terkait.

Demikian juga permasalahan administrasi pertanahan yang seringkali tidak hanya melibatkan BPN, tetapi juga pihak lain yang berkaitan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.