Kompas.com - 22/10/2021, 06:00 WIB
Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil Kementerian ATR/BPNMenteri ATR/BPN Sofyan Djalil

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang mendesak Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil mengundurkan diri dari jabatannya.

"Menteri ATR/ BPN Sofyan Djalil sebagai seorang sosok pemimpin/akademisi yang mumpuni sebaiknya mengundurkan diri dari Kabinet Presiden Jokowi," kata Junimart kepada wartawan seperti dikutip kompas.tv, Kamis (21/10/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menjelaskan, Sofyan harus mundur karena hingga kini persoalan perebutan tanah antara pengusaha dan warga, tak kunjung selesai.

Menurut Junimart, pemberian izin Hak Guna Usaha (HGU) serta Hak Guna Bangunan (HGB) kepada para konglomerat oleh Kementerian ATR/BPN kerap kali mengesampingkan hak hukum atas tanah masyarakat.

Baca juga: Bagaimana Komitmen Pemerintah Berantas Mafia Tanah?

Staf Khusus dan Jubir Kementerian ATR/BPN Teuku Taufiqulhadi membantah pernyataan Wakil Ketua Komisi II DPR RI tersebut. 

Menurutnya, pemberian lahan HGU dan HGB kepada korporasi bukan merupakan wewenang Kementerian ATR/BPN melainkan rekomendasi dari Pemerintah Daerah (Pemda). 

"Saya jelaskan masalah HGU dan HGB ini adalah wewenang gubernur untuk memberikan kepada suatu korporasi. Gubernur yang merekomendasikan, bukan Kementerian ATR/BPN," kata Taufiqulhadi kepada Kompas.com, Kamis (21/10/2021). 

Taufiqulhadi menjelaskan, wewenang Kementerian ATR/BPN hanyalah pada persoalan administrasi yaitu memberikan hak berupa HGU dan HGB. 

Untuk menghindari sengketa, Pemda selaku pemberi rekomendasi HGU dan HGB ini harus memahami kondisi dan keadaan lahan tersebut. 

Jika sudah diduduki masyarakat, maka sebaiknya lahan itu diselesaikan terlebih dahulu. 

Baca juga: Sengketa Tanah Terus Berulang, BPN Ungkap Penyebabnya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.