Kompas.com - 21/10/2021, 17:00 WIB
Jalan Tol Manado-Bitung Seksi 2B Ruas Simpang Susun (SS) Danowudu-Bitung sepanjang 13,5 kilometer Jasa Marga Jalan Tol Manado-Bitung Seksi 2B Ruas Simpang Susun (SS) Danowudu-Bitung sepanjang 13,5 kilometer

JAKARTA, KOMPAS.com -  PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Jasamarga Manado Bitung (JMB) selaku pengelola Jalan Tol Manado-Bitung terus mempercepat pekerjaan pembangunan Jalan Tol Manado-Bitung Seksi 2B Ruas Simpang Susun (SS) Danowudu-Bitung sepanjang 13,5 kilometer.

Ruas terakhir dari jalan tol pertama di Sulawesi Utara tersebut ditargetkan rampung pengerjaan kontruksinya pada November 2021 yang akan melengkapi tiga ruas yang sebelumnya telah beroperasi sejak September 2020 lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Direktur Utama PT JMB Charles Lendra menjelaskan hingga Minggu ketiga Oktober 2021, progres konstruksi untuk Seksi 2B Ruas SS Danowudu-Bitung mencapai 90,72 persen dengan pembebasan lahan 98,63 persen.

Baca juga: Tol Perdana di Sulawesi Utara Ditargetkan Beroperasi Akhir 2021

“Untuk seksi 2B SS Danowudu-Bitung ini kami optimistis menyelesaikan konstruksi pada bulan November 2021 dan kami berharap dapat segera dioperasikan pada akhir tahun ini sesuai dengan target yang ditetapkan," kata Charles dalam keterangannya, Kamis (21/10/2021).

Charles menjelaskan untuk pembebasan lahan, Perseroan terus berkoordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mempercepat pembebasan lahan yang masih tertunda.

"Sementara itu, untuk pekerjaan konstruksi PT JMB akan terus menjaga produktivitas pekerjaan kontraktor sehingga semua pekerjaan dapat rampung sesuai target,” jelasnya. 

Charles menuturkan fokus pekerjaan PT JMB untuk Seksi 2B Ruas Danowudu-Bitung saat ini yaitu melakukan identifikasi lahan yang belum rampung proses pembayarannya.

Selain itu juga mengerjakan konstruksi jembatan Ranowulu juga AA Maramis yang masih dalam tahap pengerjaan oleh kontraktor.

Baca juga: 6 Infrastruktur Dibangun demi Destinasi Super Prioritas Manado-Bitung-Likupang

“Sejak Agustus 2021 lalu kami terus melakukan berbagai upaya percepatan pembebasan lahan, di antaranya rapat mediasi permasalahan lahan lokasi Jembatan A.A Maramis bersama dengan Warga Pemilik Lahan, PT JMB, PT Pembangunan Perumahan (PP), Polres Bitung, BPN dan PPK pembebasan lahan," terangnya. 

Selanjutnya BUJT mengadakan rapat pembahasan tindak lanjut lahan yang bermasalah dengan PPK Pembebasan Lahan Manado Bitung, PT PP (Persero) Tbk dan Konsultan Pengawas.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.