Kompas.com - 20/10/2021, 10:00 WIB
Kepolisian mengungkap perkara dugaan mafia tanah yang melibatkan pegawai oknum kepala desa dan pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar). KOMPAS.COM/HENDRA CIPTAKepolisian mengungkap perkara dugaan mafia tanah yang melibatkan pegawai oknum kepala desa dan pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada berbagai modus yang dilakukan para mafia tanah dalam menjebak korbannya, contohnya berpura-pura menjadi pembeli rumah.

Hal ini sebagaimana disampaikan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil dalam konferensi pers virtual, Senin (20/10/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Itu kasus keluarganya pak Dino Patti Djalal, mafia tanah datang pura-pura ingin membeli rumah," ujar Sofyan.

Karena mafia tanah ini berpura-pura sebagai pembeli, mereka akhirnya meminta sertifikat pemilik untuk dipalsukan.

Kemudian, mereka memberikan down payment (DP) atau uang muka sebagai tanda jadi agar pemilik yakin.

Artikel tersebut menjadi berita terpopuler di kanal Properti Kompas.com edisi Rabu (20/10/2021).

Lalu, bagaimana tips dari Sofyan agar masyarakat terhindar dari bahaya mafia tanah?

Informasi selengkapnya bisa Anda ketahui di sini Hati-hati, Modus Mafia Tanah Pura-pura Jadi Pembeli Rumah

Sofyan juga mengungkapkan ada daerah paling menonjol yang kerap menjadi incaran para mafia tanah.

Misalnya, daerah dengan tingginya harga tanah serta daerah yang sedang berkembang menjadi target penyerobotan tanah oleh mafia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.