Kompas.com - 20/10/2021, 07:30 WIB
Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 43 Tahun 2021, mulai hari ini, Selasa (21/9/2021) anak-anak berusia 12 tahun ke bawah diperbolehkan masuk pusat perbelanjaan/mal/pusat perdangangan. Aturan ini hanya berlaku di empat wilayah, salah satunya, ialah Kota Surabaya. DOK. PEMKOT SURABAYABerdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 43 Tahun 2021, mulai hari ini, Selasa (21/9/2021) anak-anak berusia 12 tahun ke bawah diperbolehkan masuk pusat perbelanjaan/mal/pusat perdangangan. Aturan ini hanya berlaku di empat wilayah, salah satunya, ialah Kota Surabaya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah telah memberikan kelonggaran teradap operasional mal dan pusat perbelajaan selama masa Pembelakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di berbagai wilayah di Indonesia.

Kebijakan tersebut seiring dengan semakin pulih dan terkendalinya penyebaran virus Covid-19 di Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menyambut baik kebijakan pelonggaran yang diberikan pemerintah.

Menurutnya, pelonggaran-pelonggaran tersebut sudah sangat lama dinantikan oleh pelaku usaha pusat perbelanjaan terutama untuk bisa mendorong tingkat kunjungan sehingga ujungnya dapat menggerakkan kembali pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Meski Minim Aktivitas, Tingkat Hunian Mal Jakarta Tetap Stabil

"Kami tentu menyambut baik atas pelonggaran yang telah diputuskan pemerintah. Dan tentu ini yang kami nantikan sehingga industri mal dan pusat perbelanjaan bisa pulih dan kembali normal," kata Alphonzus saat dihubungi Kompas.com, Selasa (19/10/2021).

Alphonzus menjelaskan dengan pelonggaran ini, maka tingkat kunjungan ke mal dan pusat perbelanjaan diperkirakan naik beberapa waktu ke depan.

Hingga akhir tahun, kenaikannya ditargetkan mencapai rata-rata 50 persen.

"Diharapkan bisa mencapai rata-rata 50 persen sampai dengan akhir tahun 2021 nanti," ujarnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan, pusat perbelanjaan juga akan menutup sementara waktu jika pengunjung yang datang sudah sesuai dengan kapasitas yang telah dipersyaratkan.

Pusat Perbelanjaan memiliki sistem untuk menghitung jumlah pengunjung dan memiliki Standard Operating Procedure (SOP) yang dapat diterapkan sewaktu-waktu jika ada indikasi ataupun terdeteksi jumlah pengunjung akan melebihin kapasitas maksimal yang diperbolehkan.

Baca juga: Ini Kunci Rahasia Mal Kasta Atas Tetap Jadi Incaran Penyewa

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.