Kompas.com - 19/10/2021, 07:00 WIB
Tampilan rest area KM 215 B ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang, dalam ekspedisi Merapah Trans Sumatera 2019, Rabu (28/8/2019). Ruas Jalan Tol Trans Sumatera tersebut merupakan tol terpanjang dengan total panjang 189 kilometer, pada Jumat (15/11/2019) ini resmi beroperasi. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOTampilan rest area KM 215 B ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang, dalam ekspedisi Merapah Trans Sumatera 2019, Rabu (28/8/2019). Ruas Jalan Tol Trans Sumatera tersebut merupakan tol terpanjang dengan total panjang 189 kilometer, pada Jumat (15/11/2019) ini resmi beroperasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian PUPR mengharapkan agar rest area jalan tol bisa dikembangkan sebagai objek wisata lokal di masa mendatang.

Hal itu disampaikan Tenaga Ahli Menteri PUPR Bidang Lingkungan Sudirman seiring kegiatan penilaian kualitas layanan di seluruh ruas jalan tol mulai pada 12 Oktober hingga 21 November 2021.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penilaian jalan tol 2021 dilakukan terhadap 44 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), 63 ruas jalan tol, dan 123 rest area yang ada di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali.

"Ada tiga aspek penilaian jalan tol berkelanjutan yaitu fungsi utama jalan tol, fungsi pendukung di rest area, serta fungsi pelengkap di rest area," kata Sudirman dalam keterangannya, Senin (18/10/2021).

Baca juga: Ada Berapa Gerai UMKM di Rest Area Jalan Tol? Berikut Rinciannya

Sudirman menuturkan nantinya jalan tol dan rest area diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk pengembangan wilayah di sekitarnya.

Salah satunya dengan mengutamakan ketersediaan ruang usaha untuk para pemilik UMKM di rest area.

Sebab, ketersediaan UMKM di rest area dapat meningkatkan promosi brand produk lokal kepada pengguna jalan tol, sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

"Melalui branding produk dan budaya lokal serta dilengkapi dengan peningkatan estetika lingkungan, diharapkan dalam lima tahun ke depan setiap ruas tol dan rest area memiliki karakteristik yang khas sehingga dapat difungsikan juga sebagai objek wisata lokal," tuturnya.

Melansir laman Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), persentase tenant UMKM dan non-UMKM yang berada di rest area jalan tol seluruh Indonesia saat ini yakni sebanyak 76 persen UMKM dan 24 persen non-UMKM.

Baca juga: 63 Ruas Tol dan 123 Rest Area Resmi Dinilai hingga 21 November

Khusus untuk UMKM, secara keseluruhan yang sudah mendirikan gerainya di seluruh rest area di Indonesia sebanyak 1.409 unit.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.