Kompas.com - 17/10/2021, 15:00 WIB
Pengembang properti asal China, Evergrande Group Straits TimesPengembang properti asal China, Evergrande Group

JAKARTA, KOMPAS.com - Demi menyelamatkan nasib perusahaan, CEO Evergrade Group, Xia Haijun dikabarkan telah bertemu dengan pihak bank dan kreditur demi membicarakan  kemungkinan restrukturisasi dan penjualan aset.

Seperti dikutip dari Reuters, pertemuan tersebut dikatakan berlangsung di Hong Kong. Langkah ini diambil perusahaan guna keluar dari jeratan utang senilai lebih dari 300 miliar dolar AS atau setara Rp 4.290 triliun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

CEO Xia Haijun merupakan orang kepercayaan Presiden Evergrande, Hui Ka Yan. Ia bertugas menjalankan operasi sehari-hari Evergrande termasuk pembiayaan.

Karena masalah utang ini, Xia Haijun bahan sudah berada di Hong Kong selama kurang lebih dua bulan. Terlebih di tempat ini banyak aset milik Evergrande.

Baca juga: Dampak Krisis Utang Evergrande, Harga Material Bangunan Melonjak

Evergrande sendiri memiliki kantor pusat di Shenzhen. Karena masalah utang ini, para investor terutama yang berada di luar negeri masih belum tahu nasib investasi mereka.

Terlebih perusahaan ini baru saja gagal membayar bunga dari dua obligasi pada akhir bulan September lalu, sehingga membuat utang mereka terus bertumpuk.

Salah satu sumber terpercaya mengatakan kepada Reuters bahwa Xia Haijun juga sedang menjalin komunikasi dengan bank asing tentang perpanjangan dan pembayaran pinjaman.

"Xia juga perlu memilah-milah berapa banyak utang off-balance sheet yang dimiliki grup di luar negeri, karena banyak yang ditanggung anak perusahaan Evergrande dan dia sendiri mungkin tidak menyadarinya,” jelas sumber tersebut.

Evergrande berusaha keras untuk melepaskan beberapa asetnya guna mengumpulkan uang tunai. Namun upaya ini belum membuahkan hasil yang diharapkan.

Yuexiu Property, milik pemerintah China telah menarik diri untuk membeli gedung kantor pusat Evergrande di Hong Kong karena kekhawatiran tentang situasi keuangan pengembang yang semakin kacau.

Evergrande, yang pernah menjadi pengembang terkaya di China, mengatakan bahwa mereka ingin melepas saham di aset termasuk layanan dan unit kendaraan listriknya untuk mengumpulkan dana.

Mereka bahkan sedang menyelesaikan rincian untuk menjual 51 persen unit Evergrande Property Services ke Hopson Development 2,57 miliar dolar AS (Rp 36,1 triliun).

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.