Kompas.com - 13/10/2021, 20:00 WIB
Kru penyelamat tengah melakukan penggalian jalan air dengan menggunakan ekskavator untuk merilis air banjir usai hujan deras di Jiexiu, Provinsi Shanxi, China utara. -Kru penyelamat tengah melakukan penggalian jalan air dengan menggunakan ekskavator untuk merilis air banjir usai hujan deras di Jiexiu, Provinsi Shanxi, China utara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk kedua kalinya dalam tiga bulan terakhir, China bagian utara kembali diterjang banir dahsyat yang disebabkan oleh hujan lebat berhari-hari.

Banjir yang terjadi pada Senin (11/10/2021) bahkan membuat satu unit bus komuter harus  tergelincir dari jembatan yang banjir di dekat kota Shijiazhuang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti dikutip dari Straits Times, insiden ini membuat 13 orang meninggal dunia. Dari video yang beredar secara online digambarkan bagaimana proses evakuasi terjadi.

Para penumpang menunggu untuk diselamatkan di atap bus yang hampir tenggelam saat mengapung di sungai. Hingga malam Senin, 37 orang berhasil diselamatkan.

Baca juga: Ini Daftar 10 Raja Properti Dunia, China Mendominasi

Banjir di Shijiazhuang diketahui telah menewaskan sedikitnya 28 orang dan membuat lebih dari 120.000 orang mengungsi.

Banjir di China Utara  ini diperkirakan adalah efek dari pemanasan global dan cuaca ekstrim. Ini merupakan krisis bagi negeri Tirai Bambu yang saat ini juga mengalami masalah pertumbuhan ekonomi.

Bencana ini terjadi hanya beberapa bulan setelah banjir dahsyat melanda provinsi Henan di China Tengah pada bulan Juli lalu.

Bencana tersebut menewaskan lebih dari 300 orang, termasuk 14 orang di antaranya tenggelam di terowongan kereta bawah tanah.

Pekan lalu, Provinsi Shanxi, yang merupakan pusat produksi batu bara China juga dilanda banjir parah dan menyebabkan sedikitnya 15 orang tewas.

Banjir juga membuat operasional di 60 tambang batu bara di provinsi tersebut harus ditutup sementara waktu.

Tentu ini merupakan pukulan besar bagi pemerintah China yang sedang berjuang mengatasi masakah kekurangan pasokan listrik karena naiknya harga sumber energi.

Selain penutupan tambang, banjir juga mengganggu layanan kereta api di beberapa jalur di provinsi Shanxi dan menyebabkan sebagian tembok kota kuno Pingyao, salah satu kota abad pertengahan runtuh.

Setidaknya 17.000 bangunan hancur dan sebagian besar lahan pertanian terendam banjir, Daerah lain yang juga terkena dampak banjir adalah Provinsi Utara Hebei dan Shaanxi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.