Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menilik Penerapan Omnichannel, Strategi Pemasaran Properti Era Digital

Kompas.com - 13/10/2021, 18:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Era digital mendorong industri properti untuk melakukan pengembangan strategi pemasaran menjadi online dan offline. Teknik itu disebut omnichannel.

Hal ini menyusul data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pada 2021 yang menyebutkan bahwa pengguna internet di Indonesia telah mencapai 202,6 juta orang.

VP Corporate Sales Lamudi Michael Ignetius Kauw mengatakan, semakin tereksposnya kaum milenial dan generasi Z terhadap perkembangan teknologi digital menjadi tantangan sendiri untuk para pengembang properti.

"Penerapan omnichannel marketing memastikan bahwa pengalaman pelanggan tetap konsisten di semua channels, dengan menyatukan semua titik penjualan dengan satu narasi yang selaras dengan identitas brand itu sendiri," kata Michael dalam keterangan pers, Rabu (13/10/2021).

Omnichannel marketing menitikberatkan pada implementasi strategi pemasaran kombinasi secara online dan in-store. Terhubung dengan satu branding narasi yang konsisten.

Baca juga: Gaji Pas-pasan Bukan Satu-Satunya Alasan Milenial Belum Punya Rumah

Dalam omnichannel marketing, strategi periklanan terintegrasi dan berfokus pada pengalaman konsumen dibandingkan kuantitas. Intinya strategi ini mengedepankan kemudahan proses pencarian properti.

Berdasarkan riset Lamudi mengenai Tren Pasar Properti Semester I-2021, demografi pencari properti usia 25-45 tahun meningkat dalam lima tahun terakhir. Dengan kelompok usia terbanyak 25-34 tahun.

"Kaum milenial dan generation Z menginginkan kemudahan dalam setiap proses perjalanan properti dari pencarian hingga pembelian. Demografi ini menginginkan kemudahan informasi dan tentunya adanya kesinambungan narasi antara penjualan online dan offline," tutur Michael.

Meningkatnya preferensi para pengembang properti terhadap metode pemasaran hybrid (offline dan online) menunjukan bahwa industri properti Indonesia makin terbuka terhadap penggunaan teknologi untuk meningkatkan layanannya.

Apalagi Skema Roadmap Digital Indonesia 2021-2024 yang dikeluarkan oleh Kemenkominfo telah mengategorikan industri real estat sebagai sektor ekonomi prioritas.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+