Kompas.com - 13/10/2021, 16:30 WIB
Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam acara Groundbreaking Pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia di KEK JIIPE, Kecamatan Manyar, Gresik, Selasa (12/10/2021). Tangkapan layar youtube Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam acara Groundbreaking Pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia di KEK JIIPE, Kecamatan Manyar, Gresik, Selasa (12/10/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia bakal memiliki Green Industrial Park atau kawasan industri hijau. Terletak di Kalimantan Utara dan disebut-sebut merupakan yang pertama di dunia.

Presiden Jokowi mengatakan, Pemerintah akan memulai pembangunannya November mendatang. Nanti, seluruh kawasannya menerapkan energi baru terbarukan (EBT).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami nanti bulan depan juga memulai untuk membangun Green Industrial Park dengan produk keluarnya adalah produk hijau, energinya dengan energi hijau," kata Jokowi di Istana Negara, Rabu (13/10/2021).

Menurut dia, 10 tahun ke depan, Uni Eropa hingga Amerika sudah memulai untuk tidak membeli barang hasil energi tidak terbarukan. Misalnya dari industri dengan bahan bakar batubara.

Baca juga: 61 Bendungan Dimanfaatkan untuk Peningkatan Produksi Energi Terbarukan

"Semuanya, mengarahnya ke sana, sehingga kita harus mendahului. Ini (Green Industrial Park) nanti adalah yang pertama di dunia," ujarnya.

Kawasan ini akan memiliki luas 20.000 hektar. Penarikan energinya dari Sungai Kayan di Kalimantan Utara.

"Dan yang memesan kawasan ini sudah banyak mengantre, karena mereka tahu ini energinya yang dipakai adalah energi hijau," terangnya.

Jokowi menambahkan, hal yang sama juga berlaku dalam pemanfaatan kekayaan sumber daya alam laut di Indonesia.

Harus dimanfaatkan secara arif dengan prinsip blue economy. Jadi penangkapannya terkalkulasi dan terukur.

Hal ini juga dibarengi dengan penanaman mangrove, rumput laut, budidaya ikan, sehingga semuanya berkelanjutan.

"Jangan hanya dilarang saja enggak boleh ditangkap, solusinya apa dong? Ini anugerah dari Tuhan yang diberikan pada kita," jelasnya.

Akan tetapi, Jokowi berpesan bahwa penggunaan teknologi baru seperti aquaculture, perlu mulai dikenalkan kepada nelayan dan masyarakat kita.

"Bukan hanya budaya tangkap saja," tukasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.